Diduga Pakai “Nopol” Palsu,Kendis Pemkab Minsel Jadi Taxi Gelap

Minsel- Oknum Kepala Dinas di Lingkup pemerintahan Kabupaten Minahasa Selatan diduga komersilkan kendaraan dinas dengan menggunakan Nomor Polisi Palsu dan digunakan untuk Taxi Gelap Manado-Minsel.

Hal tersebut terkuak saat pemkab Minsel melakukan Apel Kendaraan Dinas setiap SKPD sekaligus pengecekan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Minsel.

Kendaraan dinas dengan jenis Suzuki Ertiga (plat Merah) yang biasanya digunakan oleh Oknum Kadis di salah satu dinas untuk keperluan kedinasan diduga dialihfungsikan dengan memakai Nomor Polisi yang bukan milik kendaraan Ertiga tersebut (Nopol Hitam).

Informasi dari salah satu sumber yang dipercaya (red) kepada wartawan media ini menyampaikan bahwa mobil dinas tersebut sudah beralih ke plat hitam (pribadi) dan selanjutnya digunakan untuk kepentingan pribadi dan beberapa kali kendaraan yang telah beralih plat nomor kendaraan tersebut terparkir disalah satu desa di wilayah Minsel.

Sumber lain juga menuturkan bahwa kendaraan roda empat yang diduga merupakan kendaraan dinas milik Pemkab Minsel berada di desa Temboan, Kecamatan Maesaan.

Kendaraan jenis Suzuki Ertiga tersebut diganti tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB), untuk menghilangkan jejak dan digunakan untuk kepentingan pribadi.

Dan kendaraan tersebut terparkir di rumah orang tua dari oknum Kepala Dinas, namun sering dipakai atau digunakan oleh keluarga dari Kepala Dinas tersebut.

Kendati mobil dinas jenis Susuki Ertiga di ganti Plat Nomornya, sedangkan kepala dinas sendiri memakai kendaraan pribadinya dan dipakai plat merah atau nomor kendaraan dinas.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Minsel Dr Meydi Maindoka M.Si saat dikonfirmasi wartawan media ini, membanta bahwa itu tidak benar karena kendaraan tersebut berada di salah satu bengkel dan sementara di perbaiki.

“Mobil dinas sementara diperbaiki di salah satu bengkel dan ada surat dari bengkel hanya saja memang untuk biaya perbaikan tidak ada jadi saat ini mobil tersebut sedang diperbaiki dengan kisaran biaya yang sangat besar. “Tidak benar kalau mobil tersebut dipakai untuk keperluan pribadi. Saya selalu kepala dinas sudah menyampaikan kondisi kendaraan tersebut ke bagian aset pemkab Minsel.” Jelasnya.  (Onai_Mamoto)

Loading