Bitung- Keberadaan Pala dan ketua RT di kota Bitung yang hingga saat ini belum juga ada tanda-tanda dilantik, membuat gaji yang sudah tertata di APBD 2026, dimana tiap bulannya dianggarkan 2 miliar rupiah diduga sudah digeser ke pos lain.
Anggota DPRD Kota Bitung, Rafika Papente, S. Sos mempertanyakan keberadaan dana tersebut, terutama untuk pembayaran dibulan Januari dan Februari. “Gaji Pala dan RT itu sudah tertata di APBD dimana tiap bulannya 2 miliar rupiah. Sekarang sudah minggu terakhir Februari, Pala dan RT belum juga dibentuk. Lantas kemana yang 4 miliar untuk gaji bulan Januari dan Februari,” kata Papente di kantor DPRD Bitung, Jumat (20/2/2026).
Jika memang itu sudah digeser ke pos lain menurut politisi PDIP tersebut, harus sepengetahuan Badan Anggaran DPRD, karena ini menyangkut pergeseran anggaran.
Sementara itu, ketua Alian Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) Sulut, dr Sunny Rumawang mengatakan, pihaknya menduga Pala RT sengaja belum dilantik sampai saat ini, supaya anggaran yang sudah tertata bisa digeser ke pos lain.
“Ada geser kemana itu anggaran 2 miliar tiap bulan yang sampai sekarang sudah 2 bulan Pala dan RT belum dilantik? Jangan-jangan ini disengaja supaya bisa digeser ke biaya perjalanan dinas, hibah, acara seremonial dan lainnya,” kata Rumawung dengan nada tanya.
Ditambahkannya, keberadaan Pala dan RT sangat penting dan harus mendapat prioritas. “Pala RT sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh karenanya mereka sebaiknya segera dilantik, karena anggaran untuk gaji mereka sudah tertata,” tegas Rumawung. (hzq)
![]()









