Mitra-Masyarakat penambang Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) melakukan aksi demo terkait operasi penetiban besar-besaran di Lokasi Tambang Ratatotok yang di lakukan oleh Pemerintah dan Gakum (Aparat Gabungan).
Aksi demo tersebut di gelar di pertigaan jalan Monsal mengarah ke lokasi tambang, pada Senin (15/9/2025) dan sekitar 400 pendemo yang terdiri dari pekerja tambang di Ratatotok ikut menyuarakan aspirasi mereka agar tempat mata pencaharian mereka tidak di tutup.
“Kami masyarakat hanya meminta pemerintah agar bisa membuka ruang untuk berkomunikasi dengan kami penambang, agar kami tahu tujuan operasi ini,” ucap Meldi Tumiwa salah satu Koordinator Lapangan.
Dalam orasinya, Meldi menegaskan kalau setiap minggu di lakukan operasi penertiban, bagaimana dengan nasib kami penambang yang nota bene bersandar di tambang untuk menafkahi istri dan anak kami.
“Kami hanya ingin mencari nafkah, bukan menjadi korban kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat kecil,” ucapnya.
Sementara itu,para pendemo memblokir pertigaan jalan Monsal, dan sekitar pukul 15.30 (wita) para pendemo melanjutkan pergerakan mereka ke perusahaan SEJ (Sumber Energi Jaya) dan mengatakan kalau mereka di minta untuk berhenti beraktifitas sebagai penambang, perusahaan juga harus di hentikan beraktifitas.
Dalam tuntutan ini para pendemo berharap agar pemerintah membuka ruang komunikasi dengan penambang dan meminta juga sebelum ada operasi penertiban di lokasi tambang di sosialisasikan dulu kepada penambang.
Sementara itu, Ketua Aliansi Lingkar Tambang Faldi Suak,merasa kaget dengan aksi demo yang di lakukan oleh para penambang. Pasalnya selama ini belum ada pemberitahuan apalagi koordinasi dengannya.
“Aksi demo yang di lakukan oleh penambang selama ini belum ada pemberitahuan dengan kami, jika ada koordinasi, kami akan menjelaskan tujuan pemerintah dan aparat melakukan operasi tersebut,” tegas Faldi. (Rusli M)











