Airmadidi-Upaya Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) melestarikan Bahasa Tonsea mulai menunjukkan hasil nyata. Fakta mengejutkan terungkap dalam Lomba Tunas Bahasa Tonsea 2025 di SD Inpres Sukur, Kamis (28/8/2025).
Hal ini menjadi indikator bahwa pembelajaran Bahasa Tonsea tidak lagi terbatas pada komunitas asli, melainkan telah menembus batas etnis dan mulai dipelajari secara luas pelajar dari berbagai latar belakang.
“Ini bukti bahwa program pembelajaran berhasil. Anak-anak dari suku lain pun tertarik belajar Bahasa Tonsea,” tegas Drs. Maxmiliam Pinontoan Sekeetaris Paimpuluan Nuwu Ne Tonsea (PNNT).
Untuk memperkuat kesinambungan, PNNT menyiapkan pelatihan bagi para guru melalui Kelompok Kerja Guru Sekolah (KKGS).
- Pemda Gelar Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H /2026 M, Sekaligus Pelantikan Pengurus IPIM Dan Baznas Morut
- Plt Bupati Heronimus Makainas Hadiri Rapat Sinkronisasi Program Listrik Perdesaan
- Jemmy Ringkuangan : Pasokan Cabai Dari Luar Daerah Untuk Stabilitas Harga,Bukan Untuk Mematikan Petani Lokal
“Kami melatih guru, lalu guru yang mengajar anak-anak. Dengan begitu, proses transfer pengetahuan lebih sistematis dan berkelanjutan,” jelas Pinontoan.
Lomba Tunas Bahasa Tonsea 2025 mempertandingkan enam kategori, yakni Cerita Pendek, Pidato, Menyanyi, Baca Puisi, Komedi Tunggal, dan Mendongeng. Berikut nama-nama juara yang akan mewakili Kecamatan Airmadidi ke tingkat kabupaten:
-Cerita Pendek: Marsha Makagiansar (SD Inpres Sukur)
-Dongeng: Letsia Mamengko (SD Negeri 1 Airmadidi)
-Pidato: Earlita Salsabila (MI Fastabiqul)
-Puisi: Maria Waworuntu (SD Negeri 1 Airmadidi)
-Menyanyi: Kyrie Aura Inaray (SD Katolik Airmadidi)
-Komedi Tunggal: Jordan Saroinsong (SD Negeri 1 Airmadidi)
Kepala SD Inpres Sukur, Deiby Losu, menyambut positif kegiatan ini dan menilai kompetisi mampu menumbuhkan kebanggaan siswa terhadap bahasa daerah. (T3/*)







