Bitung- Ratusan bahkan ribuan warga Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, kembali melakukan aksi demo di depan PT Futai, terkait masalah limbah perusahaan kertas tersebut, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 19.00 WITA.
Dalam aksi tersebut, warga berorasi di depan PT Futai, dan menuntut pimpinan perusahaan memberikan klarifikasi, namun kabarnya pimpinan perusahaan asal China tersebut, sedang tidak berada di tempat. Warga pun masuk kedalam perusahaan. Sementara didepan jalan, aksi bakar ban tak terhindarkan.
Aksi demo ini terjadi untuk kesekian kalinya dalam waktu sebulan terakhir. Emosi warga kabarnya dipicu oleh dibukanya saluran air sungai yang ditutup oleh warga dalam aksi beberapa waktu lalu, dikarenakan air tersebut sengaja dialirkan ke perusahaan untuk kebutuhan produksi. Emosi warga pun tak terbendung. Mereka meminta Polisi untuk menangkap oknum yang membuka jalan air tersebut, mengingat pada demo beberapa waktu lalu, sudah ada kesepakatan terkait hal tersebut.
Warga yang terdiri dari pria dan wanita hingga anak-anak tersebut, meminta perusahaan untuk menghentikan sementara proses produksi, sampai ada penyelesaian limbah yang berdampak pada warga setempat. Aparat Kepolisian, termasuk tim Tarsius Polres Bitung, terlihat hadir dilokasi sekitar pukul 21.00 WITA.
- Wali Kota Tomohon Temui Kepala BPOM RI, Bahas Dukungan untuk TIFF 2026 dan Usulan Pembangunan Laboratorium BPOM
- Diduga Langgar Kesepakatan, Warga Tanjung Merah Bakar PT Futai, Polisi Pasang Police Line
- Wawali Tomohon dan Staf Khusus Presiden Bahas Penguatan UMKM, Ekonomi Digital, dan Sektor Unggulan Daerah
Pantauan dilokasi, hingga pukul 22.00 WITA, ratusan warga masih berkumpul didepan perusahaan, bahkan masuk ke dalam halaman perusahaan. (**)






