Bitung- Puncak kemarahan warga Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, akhirnya tiba. Ratusan warga membakar PT Futai, yang berlokasi di kelurahan tersebut, Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 01.00 dinihari.
Sebelumnya warga sudah melakukan aksi sekitar pukul Selasa, (14/7/2026) sekitar pukul 21.00 dengan menghadang mobil kontainer yang keluar dari perusahaan yang memproduksi kertas bekas tersebut.
Menurut sejumlah warga, mereka menduga kontainer tersebut memuat kertas hasil olahan yang akan diekspor oleh perusahaan. Padahal menurut warga, sudah ada kesepatakan bahkan perintah walikota untuk menghentikan sementara aktifitas produksi, karena mengakibatkan limbah dan polusi udara, yakni bau yang sangat menyengat.
Dugaan warga ternyata benar. Kontainer yang dihadang ternyata berisi kertas hasil produksi. Warga pun meminta sopir kembali ke perusahaan. Sang sopir pun mengiyakan dan warga dengan santun menuntun mobil yang memuat kontainer 40 feet dengan panjang sekitar 12,3 meter berjalan mundur karena tidak bisa berputar di jalan sempit.
- Komisi III Deprov Gorontalo Bahas Layanan Medical Check-Up Terintegrasi di RSPAD
- Diduga Berselisih, Satpam Ditemukan Tewas Dengan Tangan Terborgol di Waduk Jatiluhur Purwakarta
- Sambut HUT ke-81 RI, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Pastikan Keandalan Pembangkit Listrik untuk Mendukung Ketahanan Energi Listrik di Sulawesi Tengah
Setelah sampai didepan perusahaan menurut warga, mereka disambut dengan lemparan batu dari dalam. “Padahal kami tahu halaman perusahaan lantainya di cor. Tapi kenapa ada banyak sekali batu. Akibat lemparan-lemparan tersebut, ada beberapa warga yang jadi korban pecah kepala,” ujar Morisa Untu, salah satu warga.
Akibat kejadian tersebut, massa yang dalam jumlah sangat banyak, pun marah dan memasuki area perusahaan, dengan membongkar pagar didepan, dan membakar perusahaan milik investor China tersebut.
Sejumlah titik yang dibakar diantaranya, mess karyawan, ruang produksi serta i unit mobil yang terparkir. Api besar pun muncul di udara kelurahan Tanjung Merah. Tak lama berselang, Kapolres Bitung, AKBP Arie Sulistiyo Nugroho, SIK, SH, MH datang ke lokasi. Juga wakil walikota, Randito Maringka untuk meredakan emosi warga, namun warga tetap beraksi.
Setelah mendengar permintaan warga, Kapolres pun langsung mengambil tindakan dengan melakukan police line perusahaan tersebut sekitar pukul 02.00 dinihari. Usai aksi, warga membubarkan diri. (hzq)






