Sulut – Salah satu sisi negatif dari teknologi informasi berbasis digital adalah karakteristik yang disebut dengan “kurasi algoritma”.
Dimana, karakteristik ini dapat berpotensi mengakibatkan terjadinya keterbelahan sosial, termasuk keterbelahan antar umat beragama. Untuk itu Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dituntut untuk dapat menjawab tantangan yang timbul dari teknologi informasi ini agar kerukunan umat beragama tetap terjaga dan terpelihara.
“Saya mengharapkan forum ini juga membahas tantangan tersebut secara mendalam serta menyiapkan langkah antisipasinya,” pesan Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin pada Pekan Kerukunan Internasional Dan Konferensi Nasional FKUB KE-6 Se-Indonesia Tahun 2021, di Hotel Sultan Raja, Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, Jum’at (19/11/2021).
Lebih jauh Wapres menguraikan, bahwa kemampuan Kurasi Algoritma dapat menggiring setiap orang atau kelompok orang meyakini hanya terhadap informasi yang dipasok dari kelompoknya sebagai kebenaran, sementara kelompok lain berpedoman pada kebenaran yang diyakini kelompoknya sendiri.
- Perkuat Kebersamaan Dimomen HUT RI Ke 81, Polres Bitung Gelar Olahraga Bersama Bhayangkari
- Mendengarkan Pidato Presiden Dalam Rangka HUT RI Ke 71, DPRD Bitung 2 Kali Gelar Paripurna Dalam Sehari
- Jalin Kerja Sama Dengan RSUD Bitung, Yayasan Rumah Lukaku Indonesia Lakukan Pemeriksaan Mata Dan Kitanan Gratis
“Hal ini mengakibatkan terjadinya keterbelahan sosial dalam hal ini keterbelahan antar umat beragama,” tuturnya.
Dalam forum yang bertajuk “Torang Samua Ciptaan Tuhan” tersebut, Wapres juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama, khususnya di Indonesia sebagai negara yang majemuk. Sebab, kerukunan antar umat beragama merupakan unsur utama bagi terciptanya kerukunan nasional.
“Kerukunan umat beragama tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus senantiasa kita jaga dan kita pelihara,” pungkas Wapres. (*/JM)






