Jakarta – Pernyataan Wapres Jusuf Kalla yang membela Capres 02 Prabowo Subianto terkait penguasaan lahan berstatus Hak Guna Usaha (HGU) di Kalimantan Timur dan Aceh menjadi pertanyaan publik. Pasalnya, status JK selain menjadi duet Jokowi saat ini, dia juga menjadi Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf.
Menurut pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie, pertanyaan JK seperti itu seakan mantan Ketua Umum Golkar itu tak sepenuh hati mendukung Jokowi.
“Saya lihat JK tidak sepenuh hati mendukung Jokowi. Harusnya dia membela,” kata Jerry seperti di lansir Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (20/2).
Sikap dan pernyataan yang dianggap bersayap atau cenderung dua kaki di mata Jerry tidak etis sebagai politisi kawakan.
- Kinerja PLN Hadirkan Manfaat Berkelanjutan, Program TJSL Ubah Sampah menjadi Harapan di TPA Kawatuna
- Perkuat Sinergi dan Kolaborasi, GM PLN UID Suluttenggo Audiensi Dengan Kajati Gorontalo Bahas Program Strategis Kelistrikan
- PLN Dukung Bappenas Perkuat Perencanaan Infrastruktur Ketenagalistrikan di Sulawesi Utara
“Jangan-jangan bisa bersayap dan politik dua kaki lagi dimainkan. Tak etis JK mendukung Prabowo apapun itu pasalnya dia tandemnya Jokowi,” tegasnya.
Dia memprediksi ucapan JK tersebut bisa menjadi bumerang bagi kubu Jokowi-Maruf. Karena ternyata kepemilikan lahan yang berjumlah banyak juga dimiliki oleh orang-orang di sekeliling Jokowi.
“Memang sama-sama mengungkap maka Jokowi bisa kena juga lewat konco-konconya. Saya duga ada pejabat yang mempunyai lahan cukup besar juga,” tandas Jerry. (***)
(Sumber RMOL)








