Jakarta – Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak CA, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Terpadu Penanganan Konflik Tahun 2019,bertempat di Hotel Grand Paragon, Jakarta, Kamis, (16/05/2019).
Kegiatan Sinergitas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial dilaksanakan Dalam Rangka Merekatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Pasca Pemilu Serentak 2019.
Rakornas ini dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Polhukam, Jenderal TNI (Purn), Dr. H. Wiranto didampingi Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.
Rakornas Mengangkat tema”Sinergitas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Dalam Rangka Merekatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Pasca Pemilu Serantak 2019″.
- Banggar Dan TAPD Sulut Rampungkan Pembahasan Perubahan KUA-PPAS 2026 : Penandatanganan Nota Kesepakatan Siap Diparipurnakan
- BI Sulut Raih Dua Penghargaan dari Pemkot Tomohon, Kontribusi di TIFF 2026 Diapresiasi
- Wali Kota Caroll Kenang 40 Tahun Pengabdian Theodorus Kalumata, Teladan bagi Generasi Penerus
Peserta rakornas terdiri dari Sekertaris Daerah Provinsi, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi, Kabinda, Karo Ops Polda, As Ops Kodam/Kasi Ops Korem, Asintel Kejati, Bupati/Walikota, Kaban/Kakan Kesbangpol Kabupaten/Kota dan Kabid Wasnas dan Kesbangpol Provinsi se-Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Polhukam, Jend. TNI (Purn), Dr. H. Wiranto SH, mengajak seluruh elemen pemerintah untuk meredam konflik di daerah masing-masing agar tidak menimbulkan konflik nasional.
“Pusat dan daerah bersinergi untuk mencegah adanya indikasi ,kecenderungan atau resiko konflik sosial dengan menyelesaikan permasalahannya di tempat masing-masing,” ujarnya.
Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak CA, mengatakan keikutsertaan dalam Rapat Koordinasi Nasional ini membuat Pemerintah Kota dan masyarakat Tomohon kondusif, terus berupaya menjaga dan memelihara suasana Kota yang aman, nyaman dan terkendali. Sehingga masyarakat dapat beraktifitas seperti biasanya setelah selesai Pemilihan umum.
“Saatnya kembali bersatu dan menyatu untuk membangun Tomohon yang kita cintai dengan memahami dan memadukan kesamaan pemahaman dalam menangguli gejolak yang mungkin terjadi di Kota Tomohon,” tutup Walikota. (Oma)





