Wali Kota Gorontalo, Marten Taha saat jadi pembicara (Foto Ist.)
Kota Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Marten Taha mengatakan Otonomi daerah hampir seperempat abad ini memang patut diubah, sehingga Otonomi daerah yang usang ini harus kita revisi ulang. Hal itu di katakan Wali Kota saat menjadi pembicara pada Simposium Nasional Majelis Pembangunan Daerah yang membahas tentang penguatan otonomi daerah menuju Indonesia Sejahtera pada tahun 2045, bertempat di Balaikota Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/1/2023).
Pada forum itu, Wali Kota Marten yang kebetulan menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Otonomi Apeksi menjelaskan bahwa kemandirian menjadi poin penting dalam perubahan otonomi daerah yang diharapkan.
“Konsepnya saat ini kan, kita di daerah sangat terbatas kewenangannya, sehingga tujuan kemandirian ini kami harap ada kelonggaran serta kebebasan dalam mengarahkan kebijakan di daerah,” tuturnya.
Lanjut kata, Wali Kota Marten bahwa kebutuhan pengembangan Sumber Daya Alam masing-masing daerah berbeda.
- Info Update Agenda DPRD Sulut Hari Ini : Ibadah Rutin Keluarga Besar DPRD Sulut, Hingga Rapat Lanjutan Pembahasan Ranperda Pertanggung Jawaban APBD Dan RDP Bersama Mitra Kerja
- Erupsi Gunung Karangetang Kembali Terjadi, Plt. Bupati Heronimus Makainas Imbau Masyarakat Tetap Waspada
- National Series 2 Kejuaraan Terbuka Panjat Tebing Piala Walikota Manado 2026 Resmi Ditutup
“Sehingga tak bisa diseragamkan, nah hal inilah yang menjadi perhatian kami terkait kemadirian dipembaharuan Otonomi Daerah,” jelasnya.
Lebih detail juga Wali Kota Marten menyebut jika ada pembaruan otonomi daerah yang lebih mandiri maka program-program di daerah akan bisa berjalan dengan maksimal.
“Tidak lagi tumpang tindih dengan pemerintah pusat, terlebih jika program tersebut tengah berjalan,” pungkasnya.
Terakhir Wali Kota Marten mengingatkan agar pengelolaan Sumber Daya Alam disetiap daerah dikelola dengan sebaik mungkin.
“Terlebih persoalan ketahanan pangan, sudah menjadi rahasia umum situasi global kedepannya tidak bisa kita prediksi dan masalah pangan akan pastinya menjadi masalah utama,” tutup Wali Kota Marten. (***)








