Gorontalo-Wakil Ketua I DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menerima kunjungan kerja (Kunker) Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Gorontalo, Parulian, di ruang kerja Wakil Ketua DPRD, Selasa (23/9/2025).
Pertemuan ini menjadi ruang diskusi terkait kondisi serta pembinaan yang tengah dijalankan bagi anak-anak binaan di LPKA Gorontalo.
Dalam kesempatan tersebut, Parulian memaparkan bahwa sebagian besar permasalahan yang melatarbelakangi anak-anak masuk ke LPKA dipengaruhi oleh penggunaan gadget, lingkungan sekitar, dan faktor pendidikan. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong program pembinaan, khususnya di bidang pendidikan, agar anak-anak binaan mampu kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik.
Baca:Terima Aspirasi Aliansi BEM Untuk Rakyat Gorontalo, Thomas Mopili : Kami Akan Menjaga Marwah DPRD
- Wali Kota Tomohon Temui Kepala BPOM RI, Bahas Dukungan untuk TIFF 2026 dan Usulan Pembangunan Laboratorium BPOM
- Diduga Langgar Kesepakatan, Warga Tanjung Merah Bakar PT Futai, Polisi Pasang Police Line
- Wawali Tomohon dan Staf Khusus Presiden Bahas Penguatan UMKM, Ekonomi Digital, dan Sektor Unggulan Daerah
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Ridwan Monoarfa memberikan apresiasi sekaligus menekankan pentingnya perhatian serius terhadap isu anak binaan. Ia menegaskan bahwa persoalan ini akan dibahas lebih lanjut dalam rapat Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo. Selain itu, pihaknya juga berencana melakukan kunjungan langsung ke LPKA Gorontalo untuk melihat kondisi nyata serta proses pembinaan yang sedang berjalan.
“Kasus seperti ini harus lebih diperhatikan. Anak-anak binaan LPKA perlu mendapatkan perhatian lebih agar mereka dapat tumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik,” ujar Ridwan.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala LPKA Gorontalo turut didampingi Kepala Seksi Registrasi serta staf. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara LPKA dan DPRD dalam memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan anak, demi terwujudnya pemasyarakatan yang lebih humanis serta bermanfaat bagi generasi muda. ***








