Manado-Data terbaru menunjukkan prevalensi stunting di daerah Minahasa Utara melonjak tajam, dari 10,9 persen menjadi 18,9 persen.
Menanggapi situasi tersebut, Wakil Bupati Minut, Kevin William Lotulung, langsung mengambil langkah cepat.
Hadir dalam kegiatan Penilaian Kinerja Penurunan Stunting Tahun 2025 di Hotel Aston Manado, Kevin menegaskan perlunya investigasi lapangan untuk memastikan akar persoalan yang memicu kenaikan tersebut. Senin (19/8/2025).
“Stunting bukan sekadar angka statistik, ini tentang masa depan anak-anak kita. Setiap langkah kecil akan berdampak besar bagi pertumbuhan mereka. Karena itu, kita harus bergerak cepat, berinovasi, dan bekerja sama demi generasi bebas stunting,” tegas Kevin, didampingi Sekretaris Daerah Novly Wowiling.
- Bupati FDW Apresiasi Jajaran Polres Minsel Dalam Lakukan Pembinaan Melalui Program Polisi Cilik dan Patroli Keamanan Sekolah
- RSUD Kolonodale Jalani Kredensial BPJS, Layanan CT Scan Segera Hadir di Morut
- PLN Goes To You: Semarakkan Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UP3 Gorontalo Hadir Menyapa Pelanggan
Kevin menuturkan, ia akan turun langsng ke lapangan untuk mengidentifikasi faktor penyebab kenaikan prevalensi. Dalam waktu dekat, koordinasi dengan para camat, puskesmas, hingga pemerintah desa akn digelar sebagai langkah awal pencarian solusi.
Selain itu, Sekretaris Daerah bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dijadwalkan segera mengadakan pertemuan khusus guna membahas temuan awal dan merumuskan strategi intervensi.
Wabup Kevin mengatakan dirinya berkomitmen memperkuat program penanganan stunting melalui intervensi spesifik dan sensitif dengan melibatkan lintas sektor.
“Kita harus pastikan program ini menyentuh langsung masyarakat, sesuai kebijakan nasional penurunan prevalensi stunting,” pungkasnya. (T3/*)





