Kolonodale – Wakil Bupati Morowali Utara H. Djira K mengingatkan agar pegawai negeri sipil (PNS) memiliki peran sentral dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
Selain itu, PNS harus setia dan taat kepada negara, bermoral, memiliki integritas, profesional, serta sadar akan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan publik.
“PNS itu harus jadi perekat persatuan, bukan pemecah belah, bukan penyebar berita hoax, apalagi jadi provokator,” tegasnya.
Hai itu disampaikan Wabup H. Djira saat menutup pelatihan dasar calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) angkatan 26, angkatan 87 dan angkatan 88 Pemda Kabupaten Morowali Utara di Kolonodale, Selasa (21/12/2021).
- Perkuat Kebersamaan Dimomen HUT RI Ke 81, Polres Bitung Gelar Olahraga Bersama Bhayangkari
- Mendengarkan Pidato Presiden Dalam Rangka HUT RI Ke 71, DPRD Bitung 2 Kali Gelar Paripurna Dalam Sehari
- Jalin Kerja Sama Dengan RSUD Bitung, Yayasan Rumah Lukaku Indonesia Lakukan Pemeriksaan Mata Dan Kitanan Gratis
Acara tersebut turut dihadiri Sekda Morut Musda Guntur, Perwira Penghubung Kodim 1311 Morowali Mayor inf Lanto N Toparena, dan para pimpinan OPD di lingkungan Pemda Morut.
Menurut Wabup, sebagai aparatur pemerintah PNS terikat oleh aturan dan ketentuan yang harus dipatuhi. Tidak bisa berbuat sendiri yang menyimpang dari aturan tersebut.
Ia menambahkan, selain standar kompetensi teknis, manajerial dan sosial kultural, yang paling penting dimiliki seorang PNS adalah kapasitas kepemimpinan yang berorientasi pada perubahan.
“Sebagai aparat birokrasi kita dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik, inovatif dan kreatif,” ujarnya.
Wabup juga berharap dengan dilaksanakannya pelatihan dasar CPNS ini dapat menghasilkan PNS yang kompeten, bersih dan berwibawa.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kabupaten Morowali Utara Drs. Nimrod A Tandi, MSi, melaporkan pelatihan dasar CPNSD ini berlangsung lancar dan menghasilkan peserta terbaik di masing-masing angkatan. (*/John)






