Morut – Mengawali rapat terkait program unggulan Morut Sehat, Wakil Bupati Morowali Utara (Morut) H. Djira K, mengajukan berbagai pertanyaan.
“Untuk pencapaian masyarakat sehat sesuai visi misi bupati/Wabup saat ini, mohon ceritakan apa yang wajib dilakukan? Selanjutnya persiapan apa yang Dinas Kesehatan sudah laksanakan?,” tanya Wabup.
Sederet pertanyaan itu dikemukakan saat memimpin rapat evaluasi pelaksanaan visi misi Pemkab Morut di Ruang Pola Kantor Bupati di Kolonodale, Kamis (08/07/2021) sore.
Wabup Djira yang didampingi Asisten I Victor Tamehi kemudian mempersilakan Kadis Kesehatan Morut Delnan Lauende untuk menjawab pertanyaan itu.
Kadis Kesehatan kemudian membeberkan beberapa indikator untuk tercapainya program Morut Sehat.
“Ada beberapa indikator, namun ada yang prioritas yang menjadi indikator utama yakni terjaminnya kesehatan bagi seluruh masyarakat,” urainya.
Dijelaskan, ketika masyarakat sudah memiliki jaminan kesehatan dalam bentuk apapun, ini sebuah indikator bahwa masyarakat otomatis akan memperoleh layanan kesehatan yang komprehensif, terukur dan terjangkau.
Pada kesempatan itu, Wabup juga mempersilakan kepada pimpinan cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) yang juga hadir saat itu untuk memberikan laporan terkait jumlah masyarakat Morut yang telah tercover BPJS.
“Pemerintah daerah sangat concern untuk membantu masyarakat agar tidak mengalami kendala dalam mendapatkan fasilitas kesehatan. Mohon diuraikan kepada kami data hingga saat ini dan apa saja kendalanya selama ini,” pinta Wabup.
Sebelum menutup rapat tersebut, Wabup Djira menegaskan agar semua pihak yang terkait dengan program Morut Sehat agar bisa bekerja cepat, cerdas dan kreatif.
Menurutnya, untuk bisa melaksanakan semua itu harus dilakukan dengan tulus, bukan karena keterpaksaan atau tekanan dari atasan.
“Mohon betul kita serius dalam bekerja. Semua ini kita lakukan untuk daerah kita, untuk masyarakat Morowali Utara,” tambah Wabup. (*/Johnny)








