Palu-Wakil Bupati Morowali Utara (Morut), H Djira K SPd MPd,didampingi Kadisdikbud Morut, Moh. Ridwan Gg Malureng, menghadiri rapat kordinasi (rakor) lintas instansi untuk perlindungan bahasa daerah, di Kota Palu, Senin (26/02/2024).
Rakor tersebut diselenggarakan oleh Balai Bahasa Sulawesi Tengah (Sulteng) selama dua hari, di Hotel Best Western Coco, Palu.
Kepala Balai Bahasa Sulteng, Dr Asrif MHum, mengatakan ada lima bahasa daerah yang sedang dalam program penyelematan dari kepunahan, yakni bahasa Kaili, Poso, Banggai, Saluan, dan Mori.
Di tahun 2024 ini, Balai Bahasa memasukkan bahasa Mori, karena menjadi salah satu bahasa yang harus dilindungi sebab dinilai terancam punah, akibat dampak pertambangan yang ada.
- Perkuat Kebersamaan Dimomen HUT RI Ke 81, Polres Bitung Gelar Olahraga Bersama Bhayangkari
- Mendengarkan Pidato Presiden Dalam Rangka HUT RI Ke 71, DPRD Bitung 2 Kali Gelar Paripurna Dalam Sehari
- Jalin Kerja Sama Dengan RSUD Bitung, Yayasan Rumah Lukaku Indonesia Lakukan Pemeriksaan Mata Dan Kitanan Gratis
“Balai Bahasa bekerja sama dengan Pemda Morut, akan melaksanakan analisis mengenai dampak lingkungan budaya (Amdal Budaya) kegiatan pertambangan terhadap penggunaan bahasa daerah Mori,” kata Kepala Balai Bahasa.
Sementara itu, Wabup Djira, menyambut gembira program Balai Bahasa dalam melindungi bahasa Mori dari kepunahan, akibat dampak budaya yang negatif dari aktifitas pertambangan.
“Pemda Morut sangat mendukung program perlindungan bahasa daerah ini, khususnya bahasa Mori,” ujar Wabup Djira. (MCDD/NAL)








