Sulut-Kota Manado terletak di pesisir dan teluk Sulawesi Utara, yang mana memiliki kekayaan laut yang sangat melimpah.
Namun, hasil kekayaan laut yang melimpah ini ternyata tidak diimbangi dengan kondisi pertumbuhan pada anak-anak yang hidup di wilayah tersebut.
Hal ini membuat stunting masih menjadi program prioritas yang membutuhkan perhatian serius, terutama di Kota Manado, Sulawesi Utara.
Berdasarkan hasil survey kesehatan Indonesia (KSI) 2023, prevalensi stunting di kota Manado menunjukkan peningkatan dari 18.4% menjadi 21,8%.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun mereka hidup berdampingan dengan sumber pangan yang kaya nutrisi seperti ikan, pemanfaatan sumber daya alam pesisir untuk sektor kesehatan masih belum optimal.
Melihat situasi ini, dosen dan mahasiswa yang tergabung dalam Tim PKM (Program Kemitraan Masyarakat) Universitas Sam Ratulangi berinisiatif untuk melakukan pemberdayaan masyarakat berupa optimalisasi tumbuh kembang anak pra sekolah melalui inovasi olahan pangan.
Anak -anak pra sekolah salah satu kelompok yang beresiko mengalami stunting, hal ini dikarenakan anak-anak yang mudah bosan dengan makanan yang dikonsumsi sehari-hari yang diolah secara monoton.
“Melalui kegiatan ini kami mengajak guru yang memiliki peran sentral untuk secara intens menyosialisasikan menu seimbang dan berbagai inovasi olahan pangan untuk anak-anak pra sekolah” ujar Yuanita, selaku ketua dalam kegiatan ini.
Kegiatan yang melibatkan guru dan siswa yang tergabung dalam Tk. Khalifah dan RA. Rhaihanna dilaksanakan pada 12 dan 19 Agustus 2025.
Kegiatan ini tidak sekedar memberikan berbagai produk inovasi olahan pangan tetapi juga memberikan pemahaman terkait menu makanan seimbang. Sehingga pelatihan ini menjadi salah satu langkah nyata menuju generasi emas.
Yuanita menjelaskan masyarakat, khususnya anak-anak pra sekolah terhindar dari stunting, dan berharap ibu-ibu bisa memproduksi olahan pangan secara mandiri. Sehingga dapat menciptakan keluarga yang sehat.
“Dengan begini kolaborasi antara akademisi dan masyarakat, Tk. Khalifah dan RA. Raihannah dapat menjadi contoh nyata dalam mendukung upaya pencegahan stunting,” punkasnya. (*)








