Kadis DLH Kota Manado Tresje Mokalu
Manado – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado Tresje Mokalu mengatakan pihaknya berencana mengadakan alat pengelolaan sampah atau insinerator.
Menurutnya alat tersebut sangat penting di adakan mengingat TPA Sumompo akan di tutup, sehingga untuk sampah yang di angkut langsung di masukan dan di bakar melalui insinerator.
“Tetap akan di lanjutkan karena kebutuhan untuk pengurangan sampah di Kota Manado,” Ujar Mokalu.
Dikatakan,ada 4 (empat) insenerator dan satu patologis atau medic untuk penanganan sampah.
- Tiga Pejabat Pemprov Sulut Dilantik, Gubernur Yulius Harapkan Bangun Sinergi Yang Lebih Kuat Antar Instansi
- Gorontalo Tuntas Terang, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo, Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo Capai 100 Persen
- Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Wawali Richard Sualang Bagikan Bendera Merah Putih kepada Masyarakat
“Tujuan utama yaitu untuk mengatasi dan mengelola sampah sebab TPA Sumompo sudah penuh dan tidak memungkinkan digunakan,” jelas Mokalu.
Kepala DLH menekan dengan adanya insinerator dapat membantu mengurangi sampah dari tingkat kecamatan.
“Kedepannya mengelola sampah dengan insinerator dari tingkat kecamatan supaya tidak menumpuk di TPA,” tuturnya.
Total anggaran untuk pengadaan insinerator tersebut berkisar sekira Rp 11 miliar lebih.
“Rencana tempat insinerator nanti yaitu Wanea, Paal Dua, Mapanget, dan Malalayang,” kata Mokalu.
Pungkas Tresje, insenerator berasal dari Jakarta dan fokus untuk tempat alat itu ke daerah yang berpotensi banyak sampah. (*)








