Kadis DLH Kota Manado Tresje Mokalu
Manado – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado Tresje Mokalu mengatakan pihaknya berencana mengadakan alat pengelolaan sampah atau insinerator.
Menurutnya alat tersebut sangat penting di adakan mengingat TPA Sumompo akan di tutup, sehingga untuk sampah yang di angkut langsung di masukan dan di bakar melalui insinerator.
“Tetap akan di lanjutkan karena kebutuhan untuk pengurangan sampah di Kota Manado,” Ujar Mokalu.
Dikatakan,ada 4 (empat) insenerator dan satu patologis atau medic untuk penanganan sampah.
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Diapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
“Tujuan utama yaitu untuk mengatasi dan mengelola sampah sebab TPA Sumompo sudah penuh dan tidak memungkinkan digunakan,” jelas Mokalu.
Kepala DLH menekan dengan adanya insinerator dapat membantu mengurangi sampah dari tingkat kecamatan.
“Kedepannya mengelola sampah dengan insinerator dari tingkat kecamatan supaya tidak menumpuk di TPA,” tuturnya.
Total anggaran untuk pengadaan insinerator tersebut berkisar sekira Rp 11 miliar lebih.
“Rencana tempat insinerator nanti yaitu Wanea, Paal Dua, Mapanget, dan Malalayang,” kata Mokalu.
Pungkas Tresje, insenerator berasal dari Jakarta dan fokus untuk tempat alat itu ke daerah yang berpotensi banyak sampah. (*)






