Sumalata, Gorontalo Utara-Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (UNAIR) Locus Sumalata bersama masyarakat melaksanakan panen madu Lebah Trigona “Tahudu” Pada Hari Selasa , 06 Oktober 2026 sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi kreatif dan pemanfaatan potensi lokal masyarakat di Kawasan Transmigrasi Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara.
Panen dilaksanakan di lahan kebun milik Rasmin Idrus, mantan Kepala Desa Pulo Henti, tepatnya pada sebuah gubug yang berada di area perkebunan Desa Pulo Henti. Keberadaan koloni Lebah Trigona di lingkungan gubug kebun tersebut menjadi keunikan tersendiri, sekaligus menunjukkan pemanfaatan ruang dan potensi lingkungan sekitar untuk kegiatan ekonomi produktif.
Lingkungan perkebunan dengan vegetasi sebagai sumber pakan alami turut mendukung pengembangan koloni Lebah Trigona. Potensi tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk madu lokal dengan nilai tambah melalui pengemasan, branding, dan pemasaran.
Dalam proses panen, masyarakat terlibat langsung bersama Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Locus Sumalata, mulai dari pengecekan kondisi koloni, persiapan hingga pemanenan madu. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas masyarakat agar budidaya dapat dikelola secara mandiri dan berkelanjutan.
Tim Ekspedisi Patriot UNAIR memberikan pendampingan teknis dengan tetap memperhatikan keberlangsungan koloni. Pendekatan ini diharapkan mampu menjadikan budidaya Lebah Trigona sebagai salah satu sumber ekonomi produktif masyarakat sekaligus mendukung pemanfaatan lingkungan secara berkelanjutan.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga, Dr. Johny Alfian Khusyairi, S.Sos, M.Si., M.A. , menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara serta masyarakat atas dukungan terhadap pengembangan budidaya Lebah Trigona di Kawasan Transmigrasi Sumalata.
“Yang menarik dari kegiatan ini adalah bagaimana potensi sederhana di lingkungan kebun dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif. Masyarakat terlibat langsung dalam prosesnya sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk pengelolaan secara mandiri,” ujarnya.
Kegiatan ini mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal, SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui pengembangan budidaya yang mendukung keberadaan penyerbuk dan lingkungan perkebunan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, Tim Ekspedisi Patriot, dan masyarakat.
Dr Johny berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat dan mendukung visi Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melalui Gerakan 2030 Gorontalo Utara Penghasil (G-30 PB).
Panen madu Trigona “Tahudu” ini menjadi salah satu bentuk nyata pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang memadukan aspek ekonomi, lingkungan, peningkatan kapasitas, dan kemitraan di Kawasan Transmigrasi Sumalata.(**RA)






