Manado-Terobosan hebat dalam program ODSK dalam menyiapkan peraturan daerah (Perda) ornamen budaya di Sulut.
Salah satu program dalam menunjang perda ornamen budaya lewat seminar hasil kajian ornamen kain tradisional merupakan kegiatan yang sangat strategis sebagai bagian lanjutan dari pendataan dan penulisan kajian ornamen kain tradisional.
Hal ini diungkapkan Kadis Kebudayaan Janni Lukas SPi, MSi, Rabu (10/05/2023).
“Sekarang dalam kegiatan ini tinggal mendengarkan hasil kajian dan penulisan lewat data dari kabupaten/ kota, Ini kegiatan strategis disbud melalui museum daerah karena melakanakan kegiatan ini mendapatkan data informasi keberadaan ornamen kain dan motif tradisional, ” jelas Lukas.
- 39 Barang Bukti Berkekuatan Hukum Tetap Dimusnahkan Kejari Bitung
- Solusi Praktis Kendaraan Listrik, PLN Hadirkan Kemudahan Pendaftaran “Home Charging Services” Ultima melalui Aplikasi PLN Mobile
- Gubernur Yulius Lantik Pengurus FKUB Periode 2026-2031,Jadikan FKUB Jembatan Komunikasi dan Penjaga Harmoni Sosial
Lanjut Lukas, setelah mendapatkan hasil kajian, kedepan bisa dibuat pameran dipublikasi ke masyarakat.
“Jadi kegiatan bukan sampai pameran dilanjutkan kajian lebih luas bahkan akan dilaporkan dan disampaikan ke Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw untuk dibuat surat edaran bahwa Sulut punya ornamen kain yang dalam berbagai bentuk seperti seragam atau batik dan orneman di gedung pemerintah dan gapura di daerah, ” jelas Lukas.
Lukas memberikan apresiasi kepada tim kajian Drs Daud Elias Pangkey MPd sebagai koordinator tim ahli kajian kain tradisional Drs Jerry Manus MSn dan Jemmy Manus SPd, bahkan jajaran Disbud yang telah bekerja untuk mendukung program untu Sulut semakin Hebat.
Hadir dalam kegiatan tim dari Bolaang Mongondow Selatan, Boltim, Bolmut dan Sangihe. (***)






