Dirut PD Pasar Stenly Suwuh SE
Manado – Pasca pandemi COVID-19 di Indonesia dan terdeteksi masuk daerah Sulawesi Utara dan secara khusus Kota Manado, membuat banyak masyarakat memberikan tanggapan dan yang lebih memprihatinkan dibagikan di media sosial.
Seperti pemberitahuan yang mengatakan bahwa, semua pasar tradisional akan dibatasi bahkan ditutup, untuk pencegahan penyebaran COVID-19.
Terkait hal tersebut, Direktur Utama PD Pasar Manado, Stenly Suwuh SE dengan tegas mengatakan, semua berita itu tidak benar alias hoax.
Dijelaskan Suwuh, saat diminta keterangan pada hari Sabtu, (28/03/2020) dimana sesuai edaran Walikota bahwa yang ditutup sementara adalah Tempat Hiburan Malam, Spa, Tempat Game Online dan bukan pasar.
- Sinergitas Kemitraan Terjalin Dengan Baik, Gubernur Berikan Apresiasi Kepada Pimpinan Dan Segenap Anggota DPRD Sulut
- Tolak Pembangunan Fasilitas Militer, Puluhan Warga Tokambahu-Makawidey, Demo di Kantor DPRD Dan Pemkot
- Bersama Dalam Doa, YBM PLN UP3 Palu Bersama Pemdes Mayasari Gelar Ikhtiar Istisqo dan Berbagi untuk Dhuafa
Dalam surat edaran itu tertulis pusat perbelanjaan dan juga pasar tradisional menyediakan sarana cuci tangan atau Hand Sanitizer, tukasnya.
Lebih lanjut Suwuh juga mengingatkan bagaimana mungkin pasar yang menjadi tempat berbelanja kebutuhan pokok untuk kebutuhan sehari-hari, harus ditutup?”Skali lagi saya sampaikan, semua berita yang beredar terkait pasar ditutup itu hoax,”tegas Suwuh.
Saya sudah mengintruksikan semua koordinator pasar untuk menyediakan tempat cuci tangan,”Sekaligus menghimbau agar masyarakat jangan termakan isu yang tidak benar,” tandas Suwuh. (Dwi)





