Bitung- Puluhan warga Tokambahu, Kelurahan Makawidey Kecamatan Aertembaga, melakukan aksi demo di kantor DPRD dan kantor Walikota Bitung, Selasa (15/9/2026), dengan tuntutan menolak pembangunan fasilitas militer yakni batalion TNI AD di wilayah tersebut.
Koordinator aksi, Oral Kasehung dalam orasinya mengatakan, kehadiran TNI wilayah Tokambahu sudah membuat keresahan, karena kebun warga digusur. “TNI bawa sapi, ayam untuk peternakan. Tanah itu sudah kami tempati selama 25 tahun. Kami minta walikota beri kepastian untuk kami tinggal di Tokambahu,” koar Kasehung.
Kelurahan Makawidey menurutnya sudah tidak bisa diperluas karena rawan longsor. “Rakyat butuh rumah, bukan barak. Tarik militer dari Makawidey. Jangan takuti kami. Jangan rampas hak rakyat,” tambahnya.
Asisten 1 Pemkot Bitung, Forsman Dandel, S. Sos, MSi mengatakanl, semua aspirasi telah dengar pemerintah. Akan tetapi menurut Dandel, Ini tidak semuda membalikan telapak tangan. “Ada proses. Semua aspirasi kami dengar. Pemerintah tetap bersama warga. Harus diingat, Walikota bukan pengambil keputusan. Harus berkoordinasi dgn pemerintah pusat,” kata Dandel.
- PLN Edukasi Keselamatan Kelistrikan Sejak Dini, Siswa TK Al-Irsyad Gorontalo Belajar Bahaya Listrik Lewat Cara Menyenangkan
- Audiensi Wamenkes RI, Bupati Delis Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Morut
- HUT ke-62 Sulut, 69 Sertipikat Aset Pemprov Diserahkan, Pemerintah Perkuat Benteng Hukum Aset Daerah
Sementara itu, di DPRD Bitung, ketua DPRD Vivi Ganap, SE mengatakan, akan melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama pihak terkait, untuk menyelesaikan permasalahan ini. “Besok kami undang untuk RDPU. Kita akan berusaha mencari solusi permasalahan ini,” kata Ganap didampingi legislator lainnya, Cherry Irene Mamesah dan Joseph Katopo, Devi Barakati dan Gerald Podomi. (*)
