SULUT – Integritas dan kapabilitas pasangan calon petahana Sulut, Olly Dondokambey dan Steven Kandouw, dinilai duet pemimpin yang akan mampu membawa Sulawesi Utara pada masa keemasan.
“Saat ini tidak ada sosok pemimpin yang sekuat ini dari Sulawesi Utara di republik ini. Ini zaman keemasan Sulut. Kalau kita abaikan yang rugi Sulut sendiri,” ungkap Tatong Bara terkait sosok dan kepemimpinan Olly Dondokambey bersama Steven Kandouw.
Politisi PAN yang kini menjabat Walikota Kotamobagu ini juga melihat, pembawaan Olly yang low profile namun sangat perhatian dengan keluhan masyarakat, merupakan keuntungan bagi Sulut.
“Pak Olly itu pemimpin sederhana, low profile namun responsif. Beliau ingin mendengar setiap keluhan. Meski hemat dalam bicara, namun panetrasi dan implementasinya sangat baik. Beliau tidak neko-neko. Tidak bicara banyak, tapi setiap diminta selalu, ada,” tukas Tatong saat diwawancarai media.
- PWI dan Mitra Gelar Gerakan Literasi Pelajar Manado, Sejuta Asa untuk Kota Tercinta, Jadi Kado Istimewa HUT Ke-403 Manado
- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PLN UP3 Palu Hijaukan Pesisir Teluk Palu Melalui Penanaman 1.000 Bibit Mangrove
- Dari Gerobak Harapan ke Usaha yang Lebih Mapan : Kisah Muhammad Syarifuddin Menyalakan Asa Bersama TJSL PLN
Dia menambahkan, apa yang dilakukan Olly bersama Steven dalam periode pertama memimpin, sudah sangat jelas kemajuan yang dicapai. “Itu terlihat dari pembangunan Sulut, pertumbuhan ekonomi, dan infrastruktur. Kemajuan Sulut luar biasa Hal itu kita rasakan dan lihat dari kacamata di pemerintahan, sebagai politisi bahkan di kalangan akademisi.”
Keunggulan Olly lanjut Tatong, yakni kedekatan dengan pemimpin elit di pusat. Terlebih lagi, PDIP adalah partai pemenang dan penguasa di republik ini.
“Kedekatan Pak Olly dgn petinggi pusat ini harus diambil dan dimanfaatkan Sulut dalam pembangunan. Karena itu biarlah Pak Olly (bersama Steven) memimpin kedua kalinya,” katanya.
Sebagai pemimpin di daerah, Tatong juga mengakui, ketika ODSK memimpin di tingkat provinsi, akses daerah dibuka untuk pusat. “Pak Olly sangat ingin mendengar dan mau menjembantani kami dengan para petinggi di tingkat kementrian dan lainnya,” katanya.
Itulah sebabnya, kata Tatong, dia terus menggelorakan hal ini di kota Kotamobagu. “Tidak ada masa sebaik ini untuk Sulut,” tukas Tatong.
Ketika ditanyai perbandingan dengan paslon lainnya, Tatong mengatakan para calon yang maju adalah incumbent (sementara menjabat kepala daerah), sehingga masyarakat bisa melihat track record (rekam jejak) mereka. “Kita bisa buka profile masing-masing,” katanya. ODSK sendiri, memiliki keunggulan dari berbagai aspek baik kepribadian, integritas, dan kapasitas.
Tatong malah memberi kredit poin kepemimpinan OD bersama SK, yang dinilainya sangat aspiratif, moderatif dan concern (peduli) dengan Sulut.
Ditanyai kans ODSK memenangkan Pilkada 9 Desember mendatang, Tatong tanpa ragu menyatakan sangat optimis.
“Pada periode pertama saja rekam jejaknya belum seperti ini (menang), padahal waktu itu masih baru. Apalagi sekarang,” katanya. (**)








