Tapuang Tertinggi Kasus DBD, Pasandaran Minta Warga Terapkan 3M Plus

Kadis Kesehatan Sangihe dr.Handry Pasandaran

Tahuna – Kelurahan Tapuang kecamatan Tahuna Timur, tertinggi angka penderita Demam Berdarah (DBD) hingga mencapai 4 kasus dalam kurun waktu sebulan ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sangihe dr.Handry Pasandaran mengatakan, peran aktif pemerintah dan perangkat Kelurahan bersama masyrakat untuk pencegahan penularan DBD dan penerapan 3M plus harus lebih bemaksimal.

“Sebagai pemerintah kelurahan seharusnya lebih proaktif dalam penanganan DBD ini , karena sudah seringnya anjuran pemerintah untuk melaksanakan 3M Plus,namun masih saja terjadi, sudah semestinya pemerintah kelurahan bersama perangkat kelurahan proaktif dalam penanganan ,pencegahan DBD.” Ujar Pasandaran.

Lanjut Pasandaran,terkait kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama pemerintah dan masyrakat, apalagi kasus DBD ini berulang kali terjadi di tempat yang sama.

Menurut Pasandaran ,selain kesadaran masyarakat dalam penanganan kebersihan lingkungan , pemerintah setempat juga harus selalu mengingatkan warga agar melaksanakan 3M plus.

“Ini adalah demi kesehatan kita bersama ,jadi fogging bukanlah suatu tindkan pencegahan tetapi sebagai alternatif terakhir dimana fogging hanya membunuh nyamuk dewasa , sedangkan pembasmian jentik nyamuk ini haruslah dengan 3M plus ” tambah Pasandaran.

Sementara itu, Lurah keluraham Tapuang Emilda Ambat ketika di temui menuturkan, sejak laporan dari warga ada yang terjangkit DBD,pihaknya langsung turun lapangan.

” Kami telah melaksanakan penelusuran dan pembersihan di tempat yang diduga menjadi tempat bersarang dan berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti dan kembali menyurat ke dinas terkait guna meminta dilaksanakan penyelidikan dan fogging” ujar Emilda .

Di ketahui, Kasus DBD di kelurahan Tapuang tahun 2022 ini tercatat antar Januari sampai Maret 7 kasus, 1 meninggal dunia dan pada bulan April 3 kasus , Mei 4 kasus. (Yoss)

Related posts