Pohuwato-Tokoh pemuda Pohuwato, Nazir Dunggio, secara terbuka menantang Kapolsek Popayato Barat untuk mundur dari jabatannya. Desakan ini dipicu oleh makin masifnya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Molosipat Utara dan Desa Persatuan, yang dinilai minim penindakan hukum.
Menurut Nazir, aktivitas PETI di wilayah tersebut sangat kasatmata karena melibatkan alat berat, pekerja, hingga jalur distribusi logistik. Ia mengkritik keras sikap aparat yang terkesan lamban dan hanya mengandalkan narasi ‘koordinasi’ tanpa ada penindakan nyata di lapangan.
“Jika aktivitas ilegal ini terus beroperasi, bongkar seluruh rantainya. Tangkap pemodalnya dan siapa yang memberi perlindungan, jangan hanya menyasar pekerja di bawah,” tegas Nazir pada awak media, Minggu (16/08/26).
Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa jika ada oknum kepolisian yang terbukti melindungi atau membiarkan aktivitas ilegal tersebut, harus ada sanksi tegas hingga sanksi pidana. Ia pun mendesak Kapolres Pohuwato dan Kapolda Gorontalo untuk turun langsung meninjau fakta di lapangan, bukan sekadar menerima laporan dari bawahan.
- Anwar Sidora Tegaskan Pentingnya Konsistensi Jaga Kedisiplinan Kerja
- Rumah Adik Wartawan di Keuno Terbakar, Pihak Kepolisian Diminta Lakukan Penyelidikan
- Rapat Lanjutan Pembahasan Ranperda Penanggulangan Kejadian Luar Biasa Dan Wabah Penyakit Menular : Instrumen Hukum Penting Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Darurat Kesehatan
Nazir menegaskan, kritiknya adalah bentuk kontrol sosial masyarakat. Ia pun menutup pernyataannya dengan tantangan keras kepada Kapolsek Popayato Barat.
“Kalau masih memiliki malu dan moral, silakan angkat kaki dari Popayato Barat. Kalau memang sudah bekerja, buka kepada publik apa yang sudah dilakukan. Jangan bertahan hanya karena jabatan,” pungkasnya.(**IR)







