Sulut – Sekdaprov Sulawesi Utara Edwin Silangen menerima kunjungan benchmarking dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Sekdaprov Sulsel Abdul Hayat di Ruang F.J. Tumbelaka, Kamis (7/11/2019).
Kunjungan ini dilakukan Pemprov Sulsel untuk belajar tentang program perlindungan jaminan sosial (jamsos) bagi non ASN dan pekerja sosial keagamaan yang telah berhasil dilaksanakan di Sulut bahkan meraih rekor dunia MURI perlindungan sosial BPJS Ketenagakerjaan bagi 35.000 Pekerja Lintas Agama di Sulut pada tahun 2018.
Sekdaprov Silangen mengatakan bahwa benchmarking ini merupakan kegiatan saling berbagi pengalaman dan informasi, baik dari Sulut maupun Sulsel juga.
Silangen menuturkan, jamsos ketenagakerjaan perlindungan bagi pekerja lintas agama di Sulut hingga kini sudah mencakup 75.780 peserta.
- Gubernur Yulius Selvanus: Ekonomi Sulut Tumbuh 5,42 Persen, DBH Rp114 Miliar Disalurkan
- Pemkab Minut Salurkan Bantuan RTLH, Swadaya Warga Jadi Kunci
- Rapat Paripurna Dalam Rangka HUT Ke-62 Provinsi Sulut, Gubernur Yulius Beberkan Pencapaian Keberhasilan Sulut Dibidang Tata Kelola Dan Akuntabilitas Keuangan
“Boleh dikatakan pengurangan angka kemiskinan di Sulut ini juga disumbangkan oleh adanya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Termasuk untuk pekerja lintas agama,” kata Silangen.
Sebelumya, Sekdaprov Sulsel Abdul Hayat berharap hasil kunjungan benchmarking ini nantinya dapat diterapkan di wilayahnya.
“Intinya ada hal-hal yang bisa menjadi strategi untuk diadopsi di Sulsel yang didapati di Sulut, terlebih dalam hal perlindungan jaminan sosial bagi warga. Saya bisa jelaskan bahwa prinsip jaminan sosial ketenagakerjaan ini yaitu satu untuk semua, semua untuk satu, demi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Hayat.
Adapun kunjungan benchmarking turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut Erny Tumundo dan Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi dan Maluku Toto Suharto dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut Erny Tumundo. (*/JM)






