Minsel-Peralatan pertanian Alsintan bantuan Kementerian Pertanian yang seharusnya diperuntukan untuk para petani guna meningkatkan produktifitas pertanian, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan pendapatan petani, di duga disalah gunakan oleh oknum pengurus kelompok tani.
Sejumlah Alsintan bantuan Kementerian Pertanian ini diduga dikomersilkan oleh oknum pengurus kelompok tani yang seharusnya dikelolah oleh usaha jasa alsintan, seperti UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alat Pertanian), yang bertujuan untuk membiayai operasional, perawatan, dan investasi alsintan yang baru.
Salah satu masyarakat yang tidak mau namanya di sebut (identitas di meja redaksi) kepada wartawan media ini (23/7) menyampaikan bahwa oknum tersebut memiliki sejumlah alsintan bantuan kementerian yang dikelolah oleh dirinya sendiri. Lebih parah lagi kelompok yang ia miliki fiktif alias tidak sesuai aturan karena tidak memiliki anggota.
Oknum pengurus kelompok tani tersebut diduga berkonspirasi dengan oknum pejabat di Dinas Pertanian Minahasa Selatan, karena puluhan Alsintan hanya diserahkan kepada kelompok tersebut seperti Alat berat, motor 3 roda, Combine Harvester, dan sejumlah Alsintan lainnya.
- 1 Tidak Lolos Bekas, 10 Calon Direksi Perumda di Bitung Akan Lanjut Tes Psikologi, Tertulis Dan Wawancara
- Dihadiri Honandar, Kodam XIII Merdeka Gelar Upacara Penyambutan Satgas Yonif 712/Wiratama, Purna Tugas Operasi Pamtas RI-PNG 2026
- Evaluasi Penggunaan APBD 2025, Banggar DPRD Bitung Dan TAPD Sepakat Prioritas Tingkatkan Pendapatan
“Alat-alat pertanian tersebut diperuntukkan untuk petani secara GRATIS dengan catatan menanggung biaya BBM dan operator/brigade.”Ucapnya.
Sangat disayangkan ulah oknum tersebut petani saat ini sangat sulit mendapatkan Alsintan, karena harus membayar sewa/jam dengan biaya ratusan ribu rupiah. (Onai)






