Sarat Makna,Pemkab Sitaro Gelar Pesta Adat Tulude,Ini Pesan Bupati Oroh

oleh -720 Dilihat
Pj Bupati Kepulauan Sitaro, Joi E B. Oroh (Foto Ist)

Sitaro-Arti kata ”tulude” atau ”menulude” berasal dari kata ”suhude” dalam bahasa Siau yang berarti tolak. Dalam arti luas Tulude berarti menolak untuk terus bergantung pada masa lalu dan bersiap menyongsong masa depan yang baru.

Tulude pada hakekatnya adalah upacara pengucapan syukur kepada Mawu Ruata Ghenggona Langi (Tuhan Yang Maha Kuasa) atas berkat-Nya kepada umat manusia selama setahun yang telah berlalu dan memohon penyertaan dan pertolongan-Nya di tahun yang baru.

Demikian di katakan Penjabat (Pj) Bupati Kepulauan Sitaro, Joi E B. Oroh, dalam sambutannya saat menghadiri Festival Pagelaran Adat Tulude yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Sitaro, Rabu (7/2/2024).

Dijelaskan Buati Oroh, Festival Pagelaran Adat Tulude sebagai salah satu acara budaya warisan leluhur yang masih dilestarikan sampai saat ini pada hakekatnya merupakan khazanah budaya asli masyarakat Nusa Utara yang perlu dijaga dan dilestarikan karena mengandung nilai-nilai religius yang sangat tinggi

Dirinya mengharapkan Tulude tidak hanya sebagai bentuk pelestarian budaya semata, akan tetapi juga sebagai wadah memupuk kebersamaan, menyatukan visi misi dan komitmen untuk membangun daerah ke depan sebagai tindakan nyata dan implementasi dari rasa sukacita dan syukur.

“Saya percaya, momentum ini akan semakin menumbuhkan kecintaan kita terhadap budaya bangsa sekaligus akan semakin memotivasi segenap komponen masyarakat dalam mengembangkan kehidupan yang rukun dan damai, sehingga akan mampu memberikan kontribusi positif yang konstruktif bagi kemajuan daerah,” kata Pj. Bupati Joi Oroh penuh harap.

Beliau percaya dengan memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa, kerja keras pemerintah yang senantiasa didukung oleh masyarakat dalam semangat persaudaraan, maka semua program pembangunan dapat terlaksana.

“Kami optimis semuanya bisa terlaksana untuk Sitaro yang terus tumbuh dan maju dengan tetap konsisten untuk melestarikan berbagai warisan budaya dan adat istiadat yang merupakan identitas masyarakat Kabupaten Kepulauan Sitaro,” tukasnya. (*/heri)

No More Posts Available.

No more pages to load.