Manado – Kembali si jago merah mengamuk. Kali ini satu unit rumah semi permanen yang berada di Kelurahan Tanjung Batu Lingkungan V Kecamatan Wanea, tepatnya rumah Dinas Kementerian Perindustrian Balai Riset dan Standardisasi Industri (BARISTAND INDUSTRI MANADO) ludes terbakar, Kamis (6/8) 14.00 Wita.
Menurut keterangan David Siswanto (53) warga Kelurahan Tanjung Batu Lingkungan V Kecamatan Wanea, mengatakan sekitar 13.15 Wita, saksi melihat ada kepulan asap di atap rumah yang berada di depan bengkel tempat saksi bekerja (rumah Dinas Kementerian Perindustrian). Melihat hal tersebut, saksi langsung bergegas menghubungi dinas pemadam kebakaran Kota Manado, serta memberitahukan kepada warga sekitar bahwa telah terjadi kebakaran di rumah Dinas Kementrian Perindustrian.
“Setelah saya menghubungi dinas pemadam kebakaran Kota Manado, saya langsung pergi ke lokasi kejadian dan membantu memadamkan api tersebut dengan alat seadanya. Tak lama kemudian empat mobil pemadam kebakaran tiba dan langsung memadamkan api tersebut,” Ujar David.
Sementara menurut keterangan dari Rahel Pojoh (27) yang menempati rumah tersebut mengatakan pada Rabu (5/8) sekitar 17.00 Wita, saksi datang ke rumah dengan maksud untuk mengambil pakaian dan barang barang miliknya, karena akan dipindahkan ke rumah baru, yang berada di Kelurahan Tanjung Batu Lingkungan III Kecamatan Wanea.
- Wali Kota Tomohon Tutup Kejuaraan Bulutangkis Terbuka Wali Kota Cup 2026, Siap Jadi Agenda Tahunan
- Wali Kota Tomohon Hadiri Kenal Pamit Kapolres, Tegaskan Komitmen Sinergi untuk Kemajuan Daerah
- Wawali Richard Sualang Lepas Ribuan Peserta HUT ke-403 Manado di MBW, Pelari Asal Kenya Juarai Half Marathon 21 K Putri
“Saat saya mengambil pakaian dan barang barang, saya melihat tidak ada barang barang elektronik yang terpasang, namun untuk meteran listrik saya tidak sempat mematikan, “Ungkap Rahel.
Terpisah, Kapolsek Wanea Bartolomeus Dambe ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut, ” Kemungkinan besar penyebab terjadinya kebakaran karena adanya korsleting listrik sehingga menimbulkan percikan api yang menyala besar dan menghanguskan bagian atap rumah. Sementara untuk kerugian material sekitar Rp 276.000.000,” Pungkasnya. (Dwi)






