Manado – Revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano menjadi solusi penanganan banjir di Kota Manado. Karena itu lanjutan pembangunan revitalisasi DAS Tondano mendesak.
Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA,ketika bertemu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan proyek ini.
“Kami berterima kasih usulan revitalisasi DAS Tandano untuk solusi penanggulangan banjir di Kota Manado diterima presiden,” ungkap Walikota GSVL.
Hal ini terbukti, ketika Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) usulan pembangunan Revitalisasi DAS Tandano diakomodir.
- PLN Goes To You: Semarakkan Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UP3 Gorontalo Hadir Menyapa Pelanggan
- Semangat Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Kotamobagu Perkuat Sinergi dan Keandalan Listrik Bersama Stakeholder di Boltim
- Momen Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN Unit Layanan Pelanggan Manado Utara Hadir Lebih Dekat: Mendengar, Mengapresiasi, dan Tumbuh Bersama Pelanggan
Kepala Bapelitbang Kota Manado DR Liny Tambajong (Kaban Liny) mengatakan, anggaran pembangunan di tahun 2020 melalui Dinas PUPR Provinsi Sulut.
Dia juga mengakui, revitalisasi DAS Tandano sudah dilakukan Balai Wilayah Sungai. Tapi masih ada beberapa lokasi belum dibangun. Karena permasalahan pembebasan lahan yang belum selesai.
“Kami berharap tahun 2020 permasalahan sudah selesai, sehingga tidak ada kendala lagi,” ujar Kaban Liny.
Sebelumnya, KTU Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSSI) Jacqueline Tahar mengatakan, kemungkinan revitalisasi DAS Tondano tahun ini anggarannya hanya pembebasan lahan.
“Karena ada beberapa lokasi belum selesai dibebaskan. Jika lahannya sudah aman, baru turun anggaran pembangunan fisik,” pungkasnya. (***)





