Minut-Aktivitas mencurigakan terpantau di SPBU Sukur. Puluhan galon besar berisi Pertalite ditemukan disimpan rapi di belakang kantor SPBU dengan ditutup terpal. Temuan ini memicu tanda tanya besar dari warga sekitar. Kamis (11/9/2025).
“Janggal sekali, masa SPBU simpan galon-galon begini. Sebentar pasti ada mobil yang datang angkut,” ungkap Jemmy, warga Sukur, kepada wartawan.
Pantauan di lapangan, galon-galon itu kerap diangkut menggunakan mobil bak terbuka di waktu tertentu. Aktivitas tersebut semakin memancing kecurigaan warga.
Jakson, petugas pengawas SPBU Sukur, awalnya mengaku tidak mengetahui keberadaan galon-galon itu. Namun setelah dijelaskan lokasi penyimpanan, ia menyebut itu kemungkinan milik nelayan yang dititipkan sementara.
- Kesepakatan Berhasil Dicapai, Pemprov Sulut Dan DPRD Resmi Menandatangani Nota Kesepahaman KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027
- Wujudkan Pemerataan Energi di Daerah 3T, PLN Resmikan Peningkatan Layanan Listrik 24 Jam di Pulau Beeng Laut, Bebalang, dan Siladen
- 36 Anggota Paskibraka Tomohon 2026 Resmi Dikukuhkan, Caroll Senduk: Jaga Kehormatan Sang Merah Putih
“Biasanya ada nelayan dari Likupang yang beli Pertalite dan simpan sementara di sini,” kata Jakson.
Namun, keterangan itu berbeda dengan penjelasan Hasan, petugas Balai Pengelola Pelabuhan Perikanan Wilayah III. Hasan menegaskan, pembelian Pertalite oleh nelayan dibatasi sesuai ukuran kapal dan diatur melalui sistem rekomendasi Pertamina.
“Kami keluarkan rekomendasi sesuai ketentuan. Kalau kuota habis, nelayan tidak bisa lagi membeli BBM dalam waktu dekat,” jelas Hasan.
Dolfi, warga Matungkas, mengaku kerap melihat aktivitas pengisian galon dalam jumlah besar di SPBU tersebut.
“Kalau nelayan resmi, pasti bawa surat rekomendasi. Itu harus dicentang dan ditandatangani petugas SPBU. Kalau tidak, ada peluang curang dan kuota bisa dipakai seenaknya, kalopun mereka bilang itu punya surat resmi kenapa pihak SPBU harus sembunyi-sembunyi, bahkan sering kendaraan yang terpantau bolak balik mengangkut galon-galon harus sembunyi-sembunyi juga,” tegas Dolfi.
Warga berharap pihak berwenang segera memeriksa aktivitas di SPBU Sukur agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. (T3)






