Perwakilan BKKBN Sulut Gelar Safari Stunting di Kota Bitung

Bitung-Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara menggelar Kegiatan Evaluasi dan Penguatan Percepatan Stunting melalui kegiatan Safari Stunting, bertempat di ruang SH Sarundajang Kantor Wali Kota Bitung. Selasa, (25/7/2023).

Kegiatan tersebut di hadiri Wakil Wali Kota Bitung Hengki Honandar, SE, selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bitung, Ketua TP PKK Kota Bitung Ny. Rita Mantiri-Tangkudung, selaku Bunda Pendamping Keluarga Kota Bitung, Ketua DWP Ny. Nurjana Theno Munarwin, SE, selaku Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) Kota Bitung.

Pada kesempatan itu,Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg, memaparkan data capaian Kota Bitung dimana data SSGI tahun 2022 mencatat angka Prevalensi Stunting Kota Bitung pada angka 23,5 persen dari target 17,37 persen yang berarti terjadi gap atau deviasi sebesar 6,13 persen yang berarti target tahun 2022 Kota Bitung belum tercapai.

“Sedangkan dari hasil pengukuran e-PPGBM per Februari 2022 tercatat dari 8.137 jiwa balita yang diukur terdapat 261 balita stunting di Kota Bitung.” Ujar Tandaju.

Kaper BKKBN juga kembali mengingatkan pentingnya kerjasama Pentahelix yaitu Pemerintah, swasta, akademisi, media dan masyarakat untuk program Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Sulawesi Utara yang dilanjutkan dengan beberapa poin komitmen yang diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota.

Sementara itu Wakil Wali Kota Bitung Hengki Honandar, SE, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik terlaksananya agenda ini, serta memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada TPPS Provinsi Sulawesi Utara, BKKBN Provinsi Sulawesi Utara dan kita semua yang terus bersinergi dalam menyatukan tekad untuk menghadapi tantangan serius bernama stunting, dimana safari Stunting ini merupakan wujud komitmen kita untuk merangkul berbagai pemangku kepentingan dan mencari solusi bersama. Stunting merupakan masalah serius yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak dan hal ini tentu harus menjadi perhatian kita bersama.

“Perlu diketahui bahwa per Juni 2023, jumlah balita pendek dan sangat pendek di kota Bitung sebanyak 153 balita, angka ini turun dari data sebelumnya, untuk itulah evaluasi menjadi kunci untuk mengukur sejauh mana progres kita dalam mengahadapi tantangan stunting dan upaya Pencegahan dan penurunan stunting memerlukan kolaborasi dan sinergi dari seluruh pihak, baik pemerintah maupun non pemerintah. Kita harus bersama-sama melihat apa yang telah berhasil dan apa yang masih perlu diperbaiki”. Jelas Wakil Wali Kota.

Wakil Wali Kota juga menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah tidak mungkin bekerja sendiri, tetapi memerlukan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak Akademisi, media, tokoh masyarakat, agama serta mitra lainnya dalam percepatan penurunan stunting.

“Masa depan kita tergantung pada aksi dan langkah kolaboratif yang kita lakukan saat ini. Dalam menyongsong masa depan kita harus optimis namun tidak boleh lengah sebab anak-anak Bangsa adalah bagian dari masa kini dan masa depan. Sekarang kita merawat mereka, kelak mereka akan merawat bangsa”. Tambahnya, seraya menambahkan pihaknya optimis dengan kerjasama dengan berbagai pihak, Kota Bitung dapat mencapai target prevalensi stunting yang ditentukan Pemerintah untuk turun di bawah 14 persen di tahun 2024.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan Penandatanganan Komitmen Pemerintah Kota Bitung Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023 dan 2024 oleh Wakil Wali Kota Bitung, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara dan Ketua TP PKK Kota Bitung serta Penyerahan Bantuan dan Vitamin Kepada anak Stunting dan Keluarga.

Adapun beberapa poin komitmen yang diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota yaitu :

1. PEMERINTAH KOTA BITUNG KHUSUSNYA TPPS KOTA, KECAMATAN, KELURAHAN SERTA SEMUA UNSUR YANG TERLIBAT DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING HARUS BERSAMA-SAMA SECARA KONSISTEN MELAKUKAN PENDAMPINGAN TERHADAP KEGIATAN PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KOTA BITUNG;
2. SALAH SATU SOLUSI DALAM PENGAWALAN CAPAIAN SSGI ADALAH PEMERINTAH KOTA MEMASTIKAN AGAR SETIAP PENGUKURAN YANG DILAKUKAN OLEH TIM BPS MAUPUN ENUMERATOR SSGI TERPANTAU, TERLAPOR DAN ADA DATA PEMBANDING DARI PEMERINTAH KOTA BITUNG SEBELUM DILAPORKAN DI APLIKASI SSGI
3. BALITA YANG TIDAK TERUKUR DI FEBRUARI 2023 SEBANYAK 6.466 ANAK BERPOTENSI MENJADI BALITA STUNTING YANG PERLU DIKAWAL DAN DIPANTAU OLEH PEMERINTAH KOTA SERTA MENDORONG AGAR DI PENGUKURAN AGUSTUS 2023, BALITA YANG DIUKUR BISA MENCAPAI ANGKA 100 PERSEN.

Pada kegiatan ini juga dilaksanakan Pelayanan KB, demo DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), dan penyerahan bantuan bagi keluarga dengan balita stunting di Kota Bitung.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Stasiun TVRI Sulawesi Utara I Ketut Sutakariana, Ketua Persit Candra Kirana cabang 62 Ny. Eka Efriandi, Forkompimda Kota Bitung serta Dinas dan Instansi terkait Percepatan Penurunan Stunting Kota Bitung. (*/J.Mo)

Loading