Bitung, Redaksisulut – Perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau pegawai kontrak di Kantor Navigasi Kelas I Kota Bitung, kini dilakukan secara tertutup serta diam-diam.
Menurut informasi, perekrutan pada tahun ini tidak lagi seperti tahun sebelumnya. Dimana diduga perekrutan dilakukan meloloskan sejumlah kerabat pejabat Navigasi untuk menjadi pegawai kontrak.
“Dengan adanya kejadian ini sampai berimbas dirumahkannya sebelas pegawai kontrak, padahal sudah mengabdi sekian tahun dan kami diberhentikan untuk diganti dengan para kerabat pejabat di Kantor Navigasi sehingga kontrak kerja kami tidak diperpanjang lagi”. Kata salah satu pegawai kontrak yang telah dirumahkan. Rabu (15/1/2020).
Ia juga mengatakan bahwa dalam pemberhentian pegawai ini, identitasnya dirahasiakan.
- Semarakkan HUT RI ke-81 dan Berkah Maulid 2026, YBM PLN UP3 Tolitoli Gandeng IDI dan Lanal Gelar Khitanan Sehat Ceria untuk 79 Anak di Galang
- Dukung Pariwisata Global, PLN Siagakan Personel dan Backup Kelistrikan Berlapis di Likupang Tourism Festival 2026
- Penutupan Latsar Yantek Batch 1, PLN UP3 Tahuna Dorong Petugas Semakin Tangguh dan Profesional
“Katanya kontrak kami tidak diperpanjang karena hasil evaluasi pimpinan dan alasan kinerja tapi ketika kami minta hasil evaluasi itu ditunjukkan, Bagian Tata Usaha berkelit, karena hasil evaluasi adalah rahasia kantor yang tidak bisa ditunjukkan”. Katanya.
Seraya menambahkan bahwa terkait kinerja ada pegawai kontrak yang mengalami keterlambatan hingga 2000 jam, tapi kontrak tetap diperpanjang, sedangkan pegawai kontrak yang absensinya hanya 1000 jam malah dirumahkan.
” Kami sadar bahwa kami hanyalah pegawai kontrak, tetapi harusnya perekrutan dilakukan secara profesional tanpa menggunakan sistem titipan pejabat agar bersaing sehat”. Tambahnya.
Kabag Tata Usaha Distrik Navigasi Kelas I Kota Bitung, Edy Bakhry saat ditemui di kantor tidak memberikan penjelasan resmi. Kamis, (15/1/2020).
“Kalau bapak-bapak tidak membawa surat tugas saya tidak bisa memberikan penjelasan, jadi silakan keluar”. Kata Edy. (Wesly)





