Didampingi Ketua TP PKK, Walikota Kukuhkan Forum Anak Daerah Kota Bitung

oleh -0 Dilihat

Bitung- Pemerintah Kota Bitung, kembali menunjukanomitmen perlindungan terhadap anak. Hal ini terbukti dengan melakukan pengukuhan Forum Anak Daerah (FAD) Kota Bitung periode 2026–2028, yang dirangkaikan dengan rapat lintas sektor terkait asesmen psikologi anak di satuan pendidikan, Jumat (21/8/2026) di lantai 4 kantor walikota.

Sebanyak 39 anak dikukuhkan sebagai pengurus FAD Kota Bitung periode 2026–2028 oleh Walikota Hengky Honandar, SE didampingi ketua TP PKK, Ny Ellen Honandar Sondakh, SE. Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran anak sebagai pelopor sekaligus pelapor dalam mewujudkan lingkungan yang aman, ramah dan layak bagi anak.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., menegaskan bahwa keberadaan FAD tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Forum tersebut harus menjadi ruang bagi anak untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi, sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

“Jadikan Forum Anak Daerah bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai ruang bagi anak-anak untuk belajar, menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi, serta ikut mengambil bagian dalam pembangunan,” tandas Honandar.
Wali Kota Hengky Honandar juga memberikan apresiasi kepada pengurus FAD periode sebelumnya atas dedikasi dan kontribusinya dalam memperjuangkan kepentingan anak serta mendukung berbagai program pembangunan di Kota Bitung.

Kepada pengurus baru, Hengky meminta agar FAD menjalankan peran strategis sebagai pelopor dan pelapor bagi teman sebaya. “Tidak boleh ada anak yang mengalami kekerasan lalu kita diam. Tidak boleh ada anak yang menghadapi persoalan psikologis tetapi tidak mendapatkan pendampingan yang tepat,” tegasnya.

Menurut Hengky, posisi FAD sangat strategis karena anak-anak berada di lingkungan yang memungkinkan mereka melihat, mendengar dan merasakan langsung berbagai persoalan yang dialami teman sebaya.
Namun, ia mengingatkan agar setiap pelaporan dilakukan melalui mekanisme yang tepat dengan tetap mengedepankan keamanan, kerahasiaan dan kepentingan terbaik bagi anak.

Selain pelantikan FAD, rapat lintas sektor mengenai asesmen psikologi anak di satuan pendidikan juga menjadi perhatian penting. Pemerintah Kota Bitung mendorong adanya sistem yang mampu mendeteksi sejak dini berbagai persoalan yang dihadapi anak sekaligus memastikan tersedianya pendampingan yang aman dan profesional.

“Kami berharap forum ini tidak berhenti pada kegiatan administratif atau sekadar seremonial. Harus ada kesepahaman, langkah konkret, pembagian peran serta tindak lanjut yang jelas,” kata Hengky.
Ia menekankan, perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Kolaborasi harus melibatkan perangkat daerah, satuan pendidikan, tenaga kesehatan, psikolog, konselor, aparat penegak hukum, orang tua, dunia usaha, organisasi masyarakat hingga seluruh pemangku kepentingan.

“Tidak boleh ada lingkungan pendidikan yang membuat anak merasa takut untuk belajar dan berkembang,” tegasnya.
Hengky berharap seluruh pihak membuka ruang seluas-luasnya bagi anak untuk bermimpi, belajar, berprestasi dan berkembang.

Kepada 39 pengurus FAD yang baru dikukuhkan, ia menitipkan pesan agar menjadi bagian dari perubahan positif di Kota Bitung. “Jadilah pelopor yang membawa perubahan positif dan pelapor yang berani menyuarakan kepentingan serta perlindungan anak,” katanya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bitung mewujudkan harmonisasi menuju Bitung maju, sekaligus mempersiapkan generasi penerus yang unggul, bertakwa, berkarakter dan bertanggung jawab.
Turut hadir Asisten I Setda Kota Bitung Forsman Dandel, S.Sos., MAP., Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bitung, Meiva Woran, S.H., M.H., Sekretaris DP3A Kota Bitung Grace Dengah, S.P., M.Si., serta sejumlah tamu undangan lainnya. (hzq)

No More Posts Available.

No more pages to load.