Manado-Program Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah satu program Pemerintah dalam meningkatkan akses pembiayaan kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang disalurkan melalui lembaga keuangan dengan pola penjaminan.
Akan tetapi, sangat di sayangkan sekali penyerapan KUR di Sulut masih terbilang sangatlah rendah.
Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandouw menyayangkan terkait penyaluran KUR di daerah ini masih rendah.
“Padahal Pagu KUR untuk Sulut sebesar Rp 7 triliun. Di mana, alokasinya masih terbilang rendah,” ucap Wagub Steven kepada awak media, Kamis (26/4/2023) usai melakukan pertemuan dengan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Utara, Ratih Hapsari Kusumawardani.
- Lantik 42 Kepsek SD Dan SMP, Bupati Delis : Kalian Orang Pilihan Dan Terpilih Bagi Pengembangan Mutu Kualitas Pendidikan di Morut
- TIFF 2026 Resmi Ditutup, Caroll Senduk: Festival Harus Beri Dampak Nyata bagi Ekonomi Masyarakat
- Penuh Wibawa Dan Semangat Kemerdekaan, Salindeho Pimpin Barisan Gerak Jalan Perumda Air Duasudara
Kata Wagub Sulut itu, Ibu Kanwil tadi datang melaporkan KUR UMKM Sulut dari 38 provinsi di Indonesia, kita di (urutan) 25.
“Rendahnya masyarakat mengakses KUR, karena kurangnya sosialisasi oleh Dinas Koperasi dan UMKM kabupaten/kota di Sulut. Ternyata banyak sekali pinjaman ke masyarakat tak disosialisasikan sehingga (KUR) tidak tersalur,” imbuhnya.
Wagub Kandouw mencontohkan, pinjaman KUR platfon Rp10 juta, tidak banyak yang tersalur dan juga ada sampai Rp 100 juta. Padahal, kredit tersebut tanpa agunan.
“Ini sosialisasi kurang. Saya perintahkan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi gencar sosialisasi dan bank himbaran ikut mendorong penyaluran,” tandasnya.(***)








