Bitung, Redaksisulut – Ketua Majelis Hakim, Muhammad Alfi Sabrina Usup. SH., MH. Memutuskan Tedy alias Ko Aso bersalah dalam sidang putusan di Kantor Pengadilan Negeri Bitung. (25/2/2019).
Ko Aso salah satu pengusaha perikanan Kota Bitung yang juga pemilik PT Arta Samudera Pasifik yang terbukti bersalah sehingga dijatuhkan hukuman satu tahun empat bulan penjara atas kasus dugaan pemalsuan surat dan penggelapan kapal.
Dalam Konfrensi Pers, Ko Aso bersama pengacarannya Robert Lengkong. SH dan Rafli Lombok. SH katakan bahwa dalam persidangan, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang di gunakan masih ada kejanggalan dan direkayasa. Serta pertanyakan keputusan yang diambil sehingga putuskan hukuman yang merugikan kliennya.
“Dalam persidangan kami sudah ungkapkan tanda tangan sejumlah saksi yang diduga dipalsukan serta ada beberapa BAP saksi yang dihilangkan tapi tidak digubris Majelis Hakim. Kami juga ingin pertanyakan kenapa Majelis Hakim mengambil keputusan tanpa pertimbangkan fakta – fakta yang ada dalam persidangan”. Kata Refly.
- Bupati Michael Thungari Membuka Kegiatan Pencanangan Dan Penandatangan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Sangihe
- Supit Mengaku Masih Ketua Nasdem Bitung, Ketua KPU Sebut di Sipol Masih Belum Ada Perubahan
- 3 Unit Kendaraan Dinas Damkar Dan 1 Unit Dari PT Futai Padamkan Rumah Warga Tanjung Merah Yang Terbakar
Sementara itu Ko Aso pada saat konfrensi Pers pertanyakan sistim hukum yang ada dikota Bitung.
“Apa hukum yang ada di Kota Bitung bisa menghukum kasus dugaan pemalsuan dengan menggunakan BAP palsu?. Saya sangat menghormati hukum dan saya hormati putusan ini, tetapi sebelum memutuskan harus dilihat fakta-fakta hukum di dalam persidangan”. Kata Ko Aso (Wesly)








