Salah satu warga saat sedang menambang batu
Tahuna – Yerni Bawukes salah satu dari banyaknya Penambang Batu, yang tinggal di seputaran kelurahan Santiago kecamatan Tahuna Induk,bertutur sebelum suaminya sakit,kebutuhan keluarganya masih tercukupi, saat itu suaminya masih berprofesi supir truk.
Namun setelah suaminya sakit dan berhenti bekerja dan tuntutan ekonomi hingga mengharuskan untuk menjadi penambang batu walaupun dengan peralatan Seadanya.
“Sesekali keluarga kami mengalami kesulitan saat menambang batu karena musim penghujan datang,air sungai pun mulai meluap hingga menghanyutkan batu-batu yang sudah di kumpulkan selama beberapa hari kadang ketika batu sudah siap untuk dijual pembeli yang belum ada,” Ujar Bawukes.
Ketika ditanya terkait peralatan menambang, Bawukes mengatakan dirinya tak memiliki peralatan yang memadai. “Sebenarnya kami sangat butuh gerobak pengangkat batu dan sarung tangan dan martil yang besar untuk memecahkan batu,” kata Bawukes.
- Supardi : Kantah ATR/BPN Morut Pastikan Hadirkan Pelayanan Pertanahan Berkeadilan
- Gubernur Yulius Koordinasi Bersama Menaker, Dorong Revitalisasi BLK dan Perluasan Pelatihan Kerja
- BPKP Sulteng Serahkan LHEPP Pemda Morut TA 2026, Bupati Delis : Hasil Evaluasi Berikan Sejumlah Masukan Penting Untuk Perbaikan
Sementara itu, Lurah Kelurahan Santiago Saiful Markus, ketika dikonfirmasi mengatakan pihak kelurahan belum mendapat laporan dari masyarakat maupun ketua RT dan Kepala Lingkungan tentang ketidaktersedianya peralatan yang memadai dari penambang batu dan pasir di kelurahan Santiago.
“Mengenai kesulitan alat kerja, pihak kelurahan juga akan membantu menyiapkan alat berupa palu, gerobak dan sarung tangan, jika itu menjadi kebutuhan para penambang,” kata Lurah. (Yoss)








