Sulut – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah komando Gubernur Olly Dondokambey langsung turun tangan menangani kejadian dugaan perusakan mushola di Perumahan Agape Griya, Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara yang terjadi Rabu (29/1/2020).
Terbukti, hanya sehari setelah kejadian, Kamis (30/1/2020) tim dari Pemprov Sulut yang terdiri dari Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edison Humiang, Karo Pemerintahan dan Otonomi Daerah Jemmy Kumendong, Karo Perekonomian Hanny Wajong dan Karo Pembangunan Abdullah Mokoginta langsung mengadakan rapat terbatas di Minut untuk membahasnya.
Dalam rapat nampak hadir jajaran Forkopimda Minut, Bupati Minut, Kapolres Minut, Dandim, Ketua DPRD, Pimpinan FKUB, Ketua MUI, perwakilan Jemaah setempat dan tokoh masyarakat Tumaluntung.
Sejumlah solusi dan kesepakatan dihasilkan pada pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini, diantaranya :
- Jelang HUT RI ke-81: Bentangkan Kabel Laut 1,95 KMS, PLN Nyalakan Listrik Perdana di Pulau Dudepo dan Tuntaskan 100 Persen Rasio Desa Berlistrik Provinsi Gorontalo
- Disiapkan Jadi Ahli Metalurgi, Bupati Delis Antar 10 Putra-Putri Terbaik Morut ke ITD Sumut
- Sekwan Niklas Silangen Menghadiri Acara Pelantikan Dan Pengambilan Janji Jabatan Tinggi Pratama Di Lingkungan Pemprov Sulut : Turut Berikan Ucapan Selamat
-Pemkab Minut akan memfasilitasi penerbitan izin rumah ibadah tersebut sesuai ketentuan yang berlaku, jika terdapat hambatan, akan segera diteliti dan disolusikan hambatan tersebut.
-Sambil menunggu proses perijinan, jemaah melaksanakan sholat di rumah.
-Pihak Polres Minut telah menangkap dan akan memproses pelaku perusakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
-Pihak Polres Minut akan memfasilitasi perbaikan mushola.
Sementara itu, tokoh masyarakat Tumaluntung, Piet Luntungan mengusulkan agar pemerintah memfasilitasi pertemuan sebagai ajang silaturahmi antar jemaah dan masyarakat Tumaluntung. Menurut Luntungan, pertemuan ini nantinya diharapkan dapat menghilangkan kesan eksklusifitas jemaah yang jarang berbaur dengan masyarakat. (*/JM)






