Pemkot Tomohon Hadiri Launching Calendar of Event North Sulawesi 2019

Tomohon – Terwujudnya visi Walikota dan Wakil Walikota Tomohon 2017-2021 yakni menjadikan masyarakat Kota Tomohon yang religius,berdaya saing, demokratis, sejahterah,berbudaya, dan berwawasan lingkungan menuju kota wisata dunia.

Pada awal pelaksanaannya berskala nasional dengan nama Tomohon Flower Festival. Pada tahun 2010, 2012, 2014, 2015, 2016, 2017 dan 2018 digelar berskala internasional. Tahun 2018 & 2019 TIFF masuk dalam 100 Calendar of Event Kementerian Pariwisata RI kategori Wonder Event.

Event TIFF telah diikuti oleh berbagai negara sahabat yakni Malaysia,Vietnam,Korea Utara, India, Rusia, Amerika, Perancis,Belanda,Filipina, Hongkong,Thailand,Selandia Baru, India, Polandia, Jepang, Australia, Tiongkok, Singapura, Sekretariat Nasional ASEAN,CAFE (Council of Asian Flower Exhibition).

Negara peserta TIFF 2018, Louny City ( Cheko),Jepang,Korea Selatan,Georgia,Negara Anggota CAFE yakni Nepal, Pakistan, Singapura,Taiwan,Thailand,Bhutan,Khazakstan & Malaysia.

Acara launching begitu meriah diawali pertunjukan seni dan dari Tomohon menampilkan tari Alva dan Omega

Sambutan Sekprov Sulawesi Utara Drs Edwin Silangen yang mewakili Gubernur Sulawesi Utara mengatakan merupakan suatu kehormatan bagi pemerintah daerah dalam menyelenggarakan iven kepariwisataan dan merupakan satu lompatan bagi pemerintah dan masyarakat Provinsi Sulawesi Utara dalam pelaksanaan pariwisata di Indonesia dan di Sulawesi Utara khususnya.

Sulut meraih presentasi tertinggi dan melonjak sangat drastis hal ini berkat dukungan 15 kabupaten dan kota yang ada begitu juga dengan dukungan penuh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Di Sulut ada tiga even yang menjadi kalender Nasional yakni Festival Bunaken, Tomohon International Flower Festival, Festival Selat Lembeh yang telah dimasukkan ke dalam 100 even Wonderfull 2019.

Dalam pelaksanaan ini kita akan menampilkan beragam produk kesenian daerah serta atraksi dan kelengkapan lainnya seperti olahraga, fashion,kuliner, budaya dan yang lainnya. Guna meningkatkan perekonomian dan investasi di Sulut Melalui Pemberdayaan masyarakat,peningkatan kunjungan wisata, peningkatan perekonomian masyarakat.

Pemerintah Provinsi Sulut berharap Kemenpar dapat menambah event kepariwisataan dari kabupaten kota lain di Sulut untuk masuk dalam iven besar yang masuk even wonderfull.

Silangen sekaligus mengharapkan arahan dan bimbingan dari Kemenpar RI, masing-masing Kabupaten/Kota di Sulut memiliki event Pariwisata diantaranya festival Tulude Kabupaten Sangihe, Festival Teluk Tomini Boltim dan yang lainnya.

Launching Calendar of Event Sulawesi Utara 2019 juga diserahkan cinderamata dari Kementerian Pariwisata RI kepada Para kepala daerah se-sulut yang hadir, begitu juga sebaliknya yakni pemberian cindera mata ikon masing-masing daerah kepada Menteri Pariwisata.

Launching CoE Sulut 2019 Pemerintah memperlihatkan komitmennya untuk mengembangkan sektor pariwisata.
Menurut Menpar Arief Yahya, peluncuran Calender of Event Sulut 2019 ini adalah upaya mempromosikan pariwisata di Bumi Nyiur Melambai. Menteri asal Banyuwangi itu menambahkan, CoE Sulut 2019 juga bisa berimbas positif untuk meningkatkan kunjungan wisman ke Sulut.

Khususnya, wisatawan dari Tiongkok, Malaysia, Amerika Serikat, dan Inggris, sebagai pasar utamanya. Serta wisatawan asal Thailand, Singapura, dan Brunei sebagai pasar potensial.

“Peluncuran Calendar of Event menjadi bukti keseriusan Sulawesi Utara untuk sektor pariwisata. Dan rangkaian atraksi yang disajikan bisa menjadi daya tarik untuk mendatangkan wisatawan. Apalagi, Bandara Sam Ratulangi Sulut sudah terkoneksi dengan beberapa negara, seperti Tiongkok,” paparnya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, pariwisata Sulut perlu didukung unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) yang memadai. Dengan alasan itu, Menpar mengimbau aksesibilitas Bandara Sam Ratulangi Manado perlu dikembangkan. Baik fasilitasnya, runway, taxiway, aircraft parking stand, terminal and airspace capacity. Hal ini harus dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan volume atau trafik wisatawan yang masuk ke Manado.

“Hal yang paling penting adalah mengembangkan penerbangan langsung atau regular flight dari Great China, Korea, Jepang, ASEAN sebagai pasar utama, selain membuka rute baru dari Davao (Filipina) adalah pasar potensial,” kata Arief Yahya.

Dalam Calendar of Event Sulut 2019, ada tiga event unggulan yang masuk 100 Wonderful Event Nasional. Tiga event itu adalah Festival Pesona Bunaken akan berlangsung di Manado pada 26-29 Juli 2019 mendatang.

Tomohon International Flower Festival, 7-12 Agustus 2019. Event tahunan ini menampilkan kendaraan hias yang didekorasi menggunakan bunga khas Kota Tomohon dan daerah lainnya dalam berbagai bentuk dan variasi sesuai ikon dan karakteristik masing-masing peserta. Kendaraan hias ini akan berparade melintasi jalur utama Kota Tomohon selanjutnya diparkir dilapangan luas dan dinilai oleh tim pakar independen yang memiliki kompetisi di bidang florikultura & seni dekorasi.

Menteri Pariwisata mengatakan nanti saat pelaksanan TIFF 2019 beliau akan hadir menyaksikan Festival ini. Oleh karena itu beliau mengingatkan kepada kepala daerah bersama panitia penyelenggara agar meramu pelaksanaan festival ini dengan begitu baik dan profesional, mempromosikannya secara luas dan masif serta melibatkan seluruh stakeholder dalam masyarakat.

Festival Pesona Selat Lembeh akan berlangsung di Satkamla, Kecamatan Aertembaga Kota Bitung pada 6-10 Oktober 2019.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey diwakili Sekprov Drs.Edwin Silangen, MSi menjelaskan juga, bahwa Sulut memiliki produk wisata utama (core) sebagai destinasi wisata bahari (marine tourism) utama Bunaken yang berkelas dunia dan menjadi ikon pariwisata Kota Manado serta destinasi wisata budaya dan ekowisata antara lain KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) Tomohon–Tondano dan sekitarnya; Bunaken dan sekitarnya; serta Bitung-Lembeh dan sekitarnya sebagai support.

Menteri Yahya : Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dinobatkan sebagai The Rising Star sektor pariwisata Indonesia karena mampu mendorong pertumbuhan kinerja pariwisatanya hingga 600 persen dalam empat tahun terakhir.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) khususnya Kota Manado memiliki pertumbuhan tertinggi, dalam empat tahun terakhir yakni tumbuh sebesar 6 kali lipat atau 600 persen sehingga layak mendapat penghargaan sebagai ‘The Rising Star’.

“Penghargaan sebagai The Rising Star ini akan diberikan pada event Jakarta Marketing Week pada 25 April 2019,” kata Menpar Arief Yahya seusai meluncurkan Calender of Event Sulut 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Senin malam (22/4/2019).

Menpar Arief Yahya menjelaskan, wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sulut, utamanya ke Manado,Tomohon dan Bitung pada 2015 sebanyak 20 ribu, tahun 2016 meningkat menjadi 40 ribu atau dua kali lipat. Selanjutnya pada 2017 sebanyak 80 ribu, dan tahun 2018 meningkat menjadi 120 ribu.

“Dalam 4 tahun kunjungan wisman ke Sulut meningkat 6 kali lipat. Begitu juga pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dari sekitar 2 juta menjadi 4 juta atau dua kali lipat, 200 persen, padahal di daerah lain hanya sekitar 5 sampai 10 persen,” kata Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya mengatakan, CEO Commitment dari pimpinan daerah (gubernur, bupati, dan walikota) menjadi salah satu kunci keberhasilan Sulut dalam mengembangkan sektor pariwisata. “Sulut tahun ini memiliki 3 event unggulan masuk dalam 100 Wonderful Event 2019,” kata Arief Yahya. Ia mengatakan, 3 event pariwisata itu berkelas internasional.

Sementara itu Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang diwakili Sekda Provinsi Sulut Edwin Silangen mengatakan, tahun ini Sulut mengelar 14 event unggulan di 15 kota dan kabupaten se-Sulut. “Kami berterimakasih tahun ini Kemenpar memasukan 3 event yakni Festival Pesona Bunaken, Tomohon International Flower Festival, dan Festival Pesona Selat Lembeh dalam kalender nasional 100 Wonderful Event 2019,” katanya.

Menyongsong pelaksanaan TIFF 2019, Walikota Jimmy Feidie Eman SE Ak CA mengharapkan agar semua komponen yang ada dalam masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan pelaksanaan TIFF 2019 yang dampak luasnya akan dinikmati secara langsung oleh seluruh elemen masyarakat Kota Tomohon. Bersama-sama mari kita sukseskan TIFF 2019 untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Tomohon. (*/Oma)

Related posts

Leave a Comment