Manado – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado menggelar Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Manado Tahun 2027, di Ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado, Selasa (27/01/2026).
Kegiatan ini dibuka Walikota Andrei Angouw dihadiri jajaran perangkat daerah, unsur Forkopimda, akademisi, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya. Konsultasi publik ini menjadi wadah strategis untuk menjaring masukan masyarakat dalam penyusunan arah pembangunan Kota Manado tahun 2027.
Dalam sambutannya, Walikota Andrei Angouw mengapresiasi diluncurkannya aplikasi Si Awas oleh Inspektorat Kota Manado.
Menurutnya, aplikasi tersebut menjadi instrumen penting dalam memperkuat komitmen pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baibai
“Jika manajemen pemerintahan dapat kita kelola dengan baik, maka besar kemungkinan hasilnya juga akan dirasakan secara maksimal oleh masyarakat,” ujar Walikota.
Walikota juga berharap pelaksanaan konsultasi publik RKPD ini sebagai ruang partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa meskipun masih berada di tahun 2026, perencanaan untuk tahun 2027 harus dimulai sejak dini agar program pembangunan lebih terarah dan tepat sasaran.
“Kegiatan ini penting untuk menampung masukan dari masyarakat yang nantinya akan kita akomodir dalam program Pemerintah Kota Manado tahun 2027,” katanya.
Lebih lanjut, Walikota menegaskanseluruh masukan yang disampaikan diharapkan selaras dengan visi dan misi Presiden, Gubernur Sulawesi Utara, serta visi dan misi Pemerintah Kota Manado. Sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan pembangunan.
“Ketika ekonomi bergerak, investasi masuk, dan peredaran uang meningkat, maka kesejahteraan masyarakat juga akan ikut terangkat. PDRB dan PDRB per kapita menjadi indikator penting yang tidak bisa kita abaikan,” jelasnya.
Di bidang pelayanan dasar, Pemkot Manado berkomitmen untuk terus meningkatkan akses air bersih, perumahan layak, transportasi umum, serta lingkungan yang sehat. Ia menyebutkan bahwa target pelayanan air bersih idealnya mencapai 100 persen, meskipun hal tersebut membutuhkan proses bertahap.
Tak lupa, Walikota juga menyoroti perhatian pemerintah terhadap penanganan kemiskinan ekstrim, keluarga rentan, serta anak terlantar sesuai amanat konstitusi. Data dan verifikasi yang akurat, menurutnya, sangat penting agar bantuan benar – benar tepat sasaran.
“Saya berharap seluruh masukan yang disampaikan dalam konsultasi publik ini dapat memperkaya perencanaan pembangunan Kota Manado tahun 2027. Tujuan akhirnya adalah bagaimana masyarakat Kota Manado bisa hidup sejahtera dan kesejahteraannya berkelanjutan,” pungkasnya.(*/jan)











