Tahuna-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) di Pendopo Rumah Jabatan Bupati, Rabu (5/11/25).
Dalam arahannya, Sekda Melancthon Harry Wolf menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor, mulai dari camat, puskesmas, lurah hingga kepala kampung, agar sinergi dalam penanganan stunting semakin kuat.
“Yang lemah di kita, angka stunting selalu naik turun. Karena itu, saya berharap seluruh unsur TP3S memperkuat sinergitas dan kerja sama di lapangan,” tegas Sekda
Kepala Dinas PPKB dr,Jopy Thungari mengatakan, pencegahan harus berjalan seiring dengan penanganan agar tidak muncul kasus baru.
Baca Juga : Bupati Michael Thungari Instruksikan OPD Untuk Mengoptimalkan Serapan Anggaran Dan Harus Tepat Waktu
“Kita jangan hanya fokus menangani, tapi juga harus mencegah agar tidak ada kasus baru yang muncul,” ujar Jopy
Camat, kepala puskesmas, Kapitalaung yang hadir saat itu, juga menyampaikan data dan testimoni dan ketika di tanggapi Kadis Kesehatan Handry Pasandaran dia juga mengingatkan agar setiap intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran, Sekaligus menekankan bahwa penurunan angka stunting harus berdasarkan hasil nyata di lapangan, bukan semata karena faktor usia anak.
“Penurunan bayi stunting harus hasil intervensi tim, bukan karena bayi sudah lewat umur. Dan yang lebih penting, pastikan makanan tambahan benar-benar dikonsumsi bayi stunting, bukan orang tua atau anak lain,” pungkas Pasandaran
Hadir pada Rakor tersebut Sekretaris Daerah Melanchton Harry Wolff, didampingi Kepala Bapelitbang Ronald Izaak, Kadis PPKB Jopy Thungari, Kadis Kesehatan Handry Pasandaran, Kadis Dukcapil Davidson Henry Djarang, serta Kepala BPJS Sangihe Widi selaku narasumber penanggap. (Yoss)








