Tahuna – Diakhir tahun 2023 Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar evaluasi kasus Stunting. Assisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Johanis Pilat, SE, MM mewakili Pj. Bupati Kepulauan Sangihe secara resmi membukanya Senin (18/12/23).
Dalam sambutannya Pilat menyampaikan apresiasi kepada Dinas pelaksana atas terselenggaranya evaluasi dan kepada peserta yang hadir, sebagai suatu komitmen bersama dalam menangani kasus stunting di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Pilat mengingatkan peningkatan kualitas manusia Indonesia merupakan misi RPJMN Tahun 2020-2024, dengan target prevalensi stunting pada balita 14% pada 2024. “Dari data survei gizi balita tahun 2022 menunjukkan penurunan prevalensi stunting sebesar 2,64%, hal ini mencerminkan adanya kinerja yang baik dari pemangku kepentingan di Kabupaten Kepulauan Sangihe”Ungkap Pilat
Lanjut Pilat mengatakan, Dengan mencatat angka prevalensi stunting pada aplikasi ePPGBM, Februari 2023 angka tersebut menurun menjadi 3,27%, dan Agustus 2023 mencapai 2,5%, ini menunjukkan kesinambungan penurunan kasus stunting.
Ditambahkannya Dalam upaya mendukung target Nasional 14% prevalensi stunting pada tahun 2024, Kabupaten Kepulauan Sangihe menargetkan prevalensi stunting sebesar 15,90% pada 2023 dan 13,50% pada 2024. “Pentingnya langkah-langkah intervensi, terutama pada 1000 hari pertama kelahiran, dengan fokus pada ibu hamil dan balita di bawah 2 tahun” ujar Pilat
Sambil berharap melalui kegiatan ini kasus stunting tidak hanya menjadi evaluasi, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.
Kepulauan Sangihe – Survey Status Gizi Balita (SSGBI)
2021 : 22,77 %
2022 : 18,50 % (Agustus)
Aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM)
2021 : 8,30 %
2022 : 6,22 % (Februari)
2022 : 4,26 % (Agustus)
2023 : 3,27 (Februari)
2023 : 2,05 % (Agustus) (Yoss)









