Minut-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) mulai merealisasikan program unggulan berupa penyediaan fasilitas internet gratis, sebagai bagian dari komitmen pemerintahan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung (JGKWL) dalam meningkatkan akses digital di daerah.

Beberapa hari sebelum program ini diluncurkan, Penjabat Sementara Bupati Minut, Reza Dotulong, telah melakukan kunjungan kerja ke berbagai desa yang ditargetkan menjadi lokasi pemasangan internet gratis. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat di titik-titik pemasangan.

- Wabub Tendris Bulahari Hadiri Perayaan HUT Ke – 168 Jemaat Gmist Sion Sawang Jauh Kecamatan Tabukan Utara
- TPID Sulut Gelar Gerakan Pangan Murah di Kotamobagu, Harga Cabe Rawit di Jual Rp.57 Ribu Per Kilogram
- Pemerintahan AARS Lagi-lagi Tuai Prestasi Nasional, Manado Juara II Kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Minut, Robby Parengkuan, menjelaskan bahwa pemasangan perdana dilakukan di Desa Kaleosan dan kini sedang berlangsung di Desa Teep. Selanjutnya, jaringan internet gratis ini akan menjangkau wilayah kepulauan di Likupang, termasuk Mantehage, Nain, dan Talise.
“Hari ini, pemasangan internet dimulai dari Desa Teep Warisa, Kecamatan Talawaan. Pada hari Kamis dan Jumat, kami akan melanjutkan pemasangan di Desa Nain Induk dan Desa Tatampi,” ungkap Parengkuan kepada media, Selasa (15/10/2024).

Lebih lanjut, Parengkuan menyampaikan bahwa program ini akan berlanjut hingga pekan depan dengan rencana pemasangan di Pulau Mantehage dan Pulau Talise. Di Pulau Talise, internet akan dipasang di dua desa, yaitu Desa Wawunian dan Desa Airbanua, sementara dua desa lainnya sudah dapat mengakses internet dengan jaringan yang ada.

“Pemasangan internet gratis ini dilakukan secara bertahap, sejalan dengan visi Pemkab Minut di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin Lotulung. Di era digital ini, akses internet yang memadai sangat diperlukan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Parengkuan menutup keterangannya. (*Advetorial











