Bolmong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada seluruh Sangadi (Kades) se-Kecamatan Dumoga di Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Rabu (9/11/2022).
Kegiatan Bimtek yang dibuka oleh bupati melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong Tahlis Gallang SIP, MM turut dihadiri juga oleh instansi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kotamobagu.
Tujuan Bimtek ini sendiri digelar untuk menyampaikan implementasi pengawasan dan implementasi perizinan berusaha berbasis risiko (OSS-RBA) oleh DPM-PTSP Bolmong.
Bupati Bolmong dalam sambutannya melalui Sekda Tahlis Gallang menyampaikan, betapa penting kegiatan. Apalagi, pemahaman masyarakat terkait perizinan belum berkembang.
Tahlis menjelaskan, bahwa kini proses dan mekanisme pengurusan izin ada beberapa item yang saat sudah ditiadakan.
“Sejak beberapa tahun lalu izin tersebut sudah kami ditiadakan, jadi sudah tidak ada SITU, SIUP, TDP dan sebagainya,” jelas Tahlis Gallang.
Dari hasil evaluasi, lanjut Sekda, bahwa proses perizinan sebelumnya justru malah menghambat para pelaku usaha, yang dampaknya pada pertumbuhan ekonomi maupun pelaku UMKM.
“Dulu ada namanya calo, modus pura-pura membantu pengurusan izin tapi ujung-ujungnya minta biaya yang sangat besar, sehingga banyak pelaku usaha tidak mau urus izin, yang pada akhirnya mereka tidak terdaftar,” beber Tahlis.
Hingga itu, Sekda Tahlis mengingatkan masyarakat agar jangan tertipu oleh oknum-oknum seperti itu, karena saat ini untuk pengurusan izin yang ada tinggal NIB, yang prosesnya pengurusannya sangat mudah hanya melalui Online Single Submission (OSS).
“Jadi sekarang bisa urus izin secara online, tinggal sekali input atau single. Kemudian persyaratan urus NIB hanya memerlukan KTP dan NPWP,” terangnya.
Tahlis juga menegaskan apabila kedapatan ada pihak-pihak yang menawarkan jasa seperti lagi itu, warga diminta untuk segera melapor ke Pemda Bolmong.
“Tahun ini, Pemkab Bolmong sudah mengeluarkan Perbup nomor 18 tahun 2022 tentang pedoman dan tata cara pengawasan perizinan berbasis risiko, ” terangnya.
Tahlis berharap para kepala desa yang hadir dapat mengikuti kegiatan Bimtek dengan baik, sehingga kedepannya bisa mengetahui dan memahami segala apa yang disampaikan pada kegiatan sosialisasi terkait implementasi pengawasan dan perizinan. (*/Wdr)







