Bitung- Pelayanan Kesehatan di kota Bitung dinilai masih pilih kasih. Hal ini terutama yang ada di pulau Lembeh. Hal ini dikatakan pengamat kemasyarakatan, dr Sunny Rumawung.
Menurut Rumawung, perlu lebih diperhatikan terkait fasilitas maupun sumber daya manusia (SDM) yang ada di Puskesmas Pulau Lembeh, khususnya Puskesmas Pintu Kota. “Dari amatan langsung kami, pada umumnya para tenaga kesehatan atau nakes dan nasyarakat mengeluh dengan fasilitas-fasilitas kesehatan yang ada.Seperti fasilitas yang ada di Puskesmas Pembantu yang terkesan tidak diperhatikan sehingga tidak terawat,” kata Rumawung.
Alasan klasik selalu menurut ketua AMAK Sulut ini adalah terkait anggaran yang minim. Seharusnya kata RumAwung, bisa dicari jalan keluarnya dan jangan hanya fokus mempercantik sarana kesehatan yg ada di pusat kota tapi yg dipulau justru terabaikan.
“Demikian juga dengan personil-personil yang ada. Jangan semua Nakes ditumpuk di Puskesmas-puskesmas yang ada didaratan, sementara yang dipulau sedikit,” tambahnya.
- PLN Goes To You: Semarakkan Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN UP3 Gorontalo Hadir Menyapa Pelanggan
- Semangat Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Kotamobagu Perkuat Sinergi dan Keandalan Listrik Bersama Stakeholder di Boltim
- Momen Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN Unit Layanan Pelanggan Manado Utara Hadir Lebih Dekat: Mendengar, Mengapresiasi, dan Tumbuh Bersama Pelanggan
Selain iru, Rumawung juga menyoroti soal kesejahteraan para tenaga kesehatan yang menurutnya masih kurang. Seperti pemberian uang kemahalan yg hanya 700.000. “Menurut hemat saya sangat kecil sekali. idealnya bisa 2x lipat menjadi 1.400.000. Tapi kenyataannya bukannya dinaikkan malah diturunkan menjadi 600.000. Harus ada kepedulian dari pemerintah HHRM melalui TAPD utk menaikkan nominal kemahalan dari para tenaga kesehatan di Puskesmas Pintu Kota. Jika memungkinkan pemerintah juga bisa menaikkan jumlah TPP para tenaga kesehatan yang sebenarnya beban kerja dan kinerja mereka sama bahkan lebih tinggi dari bagian Keuangan, tapi justru TPP Bagian Keuangan yg jauh lebih besar bahkan bisa menerima “double” lagi?,” pungkasnya. (hzq)





