Pariwisata Minut Bidik Pasar Internasional, Kesiapan Desa dan SDM Jadi Prioritas

oleh -897 Dilihat

Minut-Masuknya investasi perhotelan kelas dunia ke Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembenahan sektor pariwisata, terutama pengembangan desa wisata dan peningkatan kapasitas masyarakat lokal.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara melalui Dinas Pariwisata menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Desa Wisata, Selasa (3/11/2026). Forum ini diarahkan untuk memperkuat pengelolaan potensi wisata desa agar mampu bersaing dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

FGD dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa Utara, Ir. Novly Wowiling, M.Si., mewakili Bupati Joune J.E. Ganda.

Dalam sambutannya, Novly menegaskan bahwa pengembangan pariwisata berbasis desa merupakan salah satu arah kebijakan Bupati Joune Ganda untuk mengoptimalkan potensi alam dan budaya yang tersebar di berbagai wilayah Minahasa Utara.

Menurutnya, desa tidak boleh hanya menjadi wilayah pendukung destinasi wisata, tetapi harus mampu tampil sebagai daya tarik utama melalui pengelolaan potensi lokal secara terencana dan berkelanjutan.

Karena itu, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar konsep desa wisata tidak berhenti pada perencanaan, melainkan diwujudkan melalui pengelolaan destinasi yang produktif.

Minahasa Utara sendiri telah memiliki sejumlah desa dan destinasi yang dapat dijadikan contoh pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal. Di antaranya Desa Wisata Budo, Desa Darunu, serta kawasan wisata alam Air Terjun Tunan.

Novly berharap keberhasilan pengelolaan destinasi tersebut dapat menjadi referensi bagi sekitar 52 desa wisata lainnya di Minahasa Utara.

“Praktik baik yang sudah berjalan di Desa Budo, Darunu, maupun Air Terjun Tunan diharapkan dapat direplikasi. Dengan begitu, desa-desa wisata lainnya juga mampu berkembang dan menjadi kekuatan utama pariwisata daerah,” ungkapnya.

Penguatan desa wisata dinilai semakin mendesak seiring meningkatnya investasi di sektor akomodasi dan perhotelan. Minahasa Utara mulai menarik perhatian investor melalui pengembangan fasilitas pariwisata berstandar internasional.

Novly mengungkapkan, satu hotel bintang lima dijadwalkan diresmikan pada Desember mendatang. Selain itu, Bupati Joune Ganda pekan lalu telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan hotel bintang lima di kawasan Desa Wisata Budo. Sejumlah rencana pembangunan hotel berskala internasional lainnya juga tengah disiapkan.

Menurutnya, perkembangan investasi tersebut harus diimbangi dengan kesiapan destinasi, pelestarian budaya, penataan lingkungan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Pemkab Minut tidak ingin masyarakat lokal hanya menjadi penonton ketika industri pariwisata berkembang. Sebaliknya, warga harus memiliki kapasitas untuk mengambil bagian dalam berbagai peluang ekonomi yang tercipta, mulai dari pengelolaan destinasi hingga penyediaan jasa dan produk wisata.

“Ini harus diantisipasi sejak sekarang. Kita perlu memperkuat tradisi budaya, menata keindahan alam agar memiliki daya tarik wisata, serta mempersiapkan SDM lokal. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton. Mereka harus siap menjadi pelaku utama ketika pariwisata Minahasa Utara berkembang di tingkat internasional,” tegas Novly.

Melalui FGD tersebut, Pemkab Minahasa Utara mendorong pengembangan desa wisata yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi masyarakat, menjaga identitas budaya, dan memastikan manfaat investasi pariwisata dirasakan hingga ke tingkat desa. (T3)

No More Posts Available.

No more pages to load.