Manado – Sejumlah oknum-oknum LSM diduga melakukan pemerasan pada pekerja tambang di pertambangan Ratatotok Mintra.
Hal tersebut ikut di sesalkan Ketua LSM Gerakan Masyarakat Membangun Minahasa Tenggara (GMM Mitra) Vidi Ngantung, bersuara.
“Kami sangat menyesalkan tindakan dari oknum teman-teman LSM yang seolah-olah mencari kesalahan di lokasi tambang. Akan tetapi kegiatan di lokasi tidak seperti yang mereka sangkakan,” kata Ngantung saat diwawancarai awak media Jumat (28/10/2022).
Menurutnya, kejadian ini telah menjadi keresahan ditengah masyarakat Mitra.
- Camat Kauditan Vilma Anthonie Serukan Pilhut Sejuk, Beda Pilihan Jangan Jadi Pemicu Perpecahan
- Semarak HUT ke-62 Provinsi Sulut, Antar-SKPD Adu Sportivitas Lewat Futsal, Voli dan Kasti
- Lantik 36 Kades Terpilih Periode 2026 – 2034, Bupati Delis : Pilkades Telah Selesai, Mari Bersama Membangun Desa Tanpa Ada Perbedaan
“Cara-cara dari oknum LSM ini membuat resah. Kalau memang seperti itu cara dari oknum-oknum LSM lakukan. Terpaksa kami akan menempuh jalur hukum,” tegasnya.
Dia pun menyebut jika saat ini di Minahasa Tenggara terdapat 400 pekerja, dan berharap tidak ada konflik yang terjadi akibat pemerasan.
“Apakah LSM itu bisa jamin, sebab itu saya minta ke teman teman LSM silakan cek ke lapangan. Jangan hanya mendengar karena saya tahu persis kondisi lapangan di Mitra,” jelasnya.
Ngantung pun berharap tambang sangat membantu perekonomian masyarakat di Minahasa Tenggara.
“Marilah kita cari titik temu yang baik. Kalaupun ada laporan ke teman-teman LSM marilah kita memediasi yang baik, mari kita cari solusi dan saling menghargai,” ujarnya. (Dwi)







