Sulut-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mulai merenovasi dan membenahi Museum Sulut pada tahun ini. Hal itu diharapkan dapat menjadikan museum kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara ini sebagai magnet wisata baru di daerah ini.
Langkah ini jadi bentuk nyata perhatian Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus terhadap pelestarian warisan budaya Sulut.
Bukan hanya peleatarian budaya, juga termasuk upaya memperkuat sektor pariwisata berbasis kearifan lokal yang ada di seantro Sulut.
Museum Provinsi Sulut telah lama menjadi simbol perjalan sejarah daerah. Dan kini sudah seharusnya mendapat perhatian sentujan revitalisasi menyeluruh.
Tak hanya memperbaiki fisik bangunan, renovasi ini juga berfokus atau diarahkan memperkuat fungsi museum itu sendiri.
Adapun fungsi museum adalah sebagai pusat informasi, edukasi serta pelestarian nilai-nilai busaya masyarakat Sulut.
Pada berbagai kesempatan, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan museum merupakan instrumen penting sebagai ruang untuk menjaga identitas serta memori kolektif masyarakat.
“Sesuai dengan visi dan misi, untuk melakukan peningkatan jumlah wisatawan yang datang dan juga mengedukasi sejarah kepada anak-anak kita yang ada di Sulut. Mudah-mudahan dengan adanya renovasi ini, museum ini bisa menjadi magnet wisata di Sulawesi Utara,” Ujar Gubernur Yulius.
Baca : Kabar Gembira ! Tahun 2026 Tidak Ada Pemotongan Gaji ASN Pemprov Sulut
Lanjut di katakan Gubernur Yulius,museum bukanlah sekadar tempat penyimpan benda bersejarah, melainkan pula sebagai wadah pengabdian terhadap sejarah serta kebudayaan, termasuk pelestariannya.
“Langkah renovasi ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan semua aset terpelihara baik, berfungsi optimal demi kepentingan publik,” jelas Gubernur Yulius.
Sejalan dengan Gubernur Yulius, Staf Khusus Gubernur Bidang Kebudayaan Maximiliaan Lomban menjelaskan proyek renovasi Museum Sulut jadi momentim awal revitalisasi sektor kebudayaan.
“Harapan kami museum ini berkembang jadi pusat pembelajaran budaya. Tak hanya itu, juga jadi ruang publik terbuka bagi generasi muda Sulut untuk mengenal akar sejarahbserta nilai-nilai luhur bumi nyiur melambai,” tutut mantan Walikota Bitung ini.
Sama halnya penyampaian Dr Drevy Malalantang yang menilai kebijakan ini sejalan dengan visi-misi Gubernur YSK dan Wagub Victor Mailangkay.
Staf Khusus Gubernur Bidang Pariwisata ini berujar kebijakan ini relevan dalam pembanvunan berkelanjutan di bidanv Pariwisata dan Kebudayaan.
“Renovasi museum ini sebagai bentuk integrasi antara pelestarian budaya dengan pengembangan destinasi wisata,” ucapnya.
“Ini merupakan langkah strategis dark Gubernur Yulius Selvanus yang memperkaya atraksi wisata Sulut sekaligus juga memperkuat citra daerah sebagai destinasi berbudaya,” tuturnya.
“Revitisasi museum jadi magnet baru perjalanan wisata Sulut serta dapat menghadirkan pengalaman edukatif, inspiratif bagi Wisatawan Mancanegara dan Domestik,” tambahnya.
Museum lanjut Gubernur Yulius Selvanus, adalah ruang hidup bagi memori kolektif masyarakat Sulut. “Inilah warisan nilai, jati diri serta sejarah daerah nyiur melambai,”tandas Gubernur Yulius, orang nomor satu di Sulawesi Utara ini. (*JM)








