Minut-Maraknya kasus penganiayaan di Minahasa Utara (Minut) yang mayoritas melibatkan anak muda, mendorong Polres Minut mengambil langkah ganda, menindak tegas pelanggaran hukum sekaligs membangun kesadaran generasi muda agar terhindar dari jerat kriminalitas.
Kasatreskrim Polres Minut, Iptu Lega Ikhwan Herbayu, mengungkapkan bahwa konsumsi minuman keras masih menjadi faktor dominan pemicu aksi kekerasan.
“Kebanyakan pelaku masih remaja. Usai minum miras, mudah tersinggung, lalu terjadi penganiayaan dengan senjata tajam,” jelasnya, Kamis (28/8/2025).
Untuk itu, Polres Minut tidak hanya mengintensifkan patroli dan menertibkan lokasi rawan pesta miras (peks), tetapi juga mendorong pendekatan persuasif agar anak muda tidak mudah terjerumus.
- LPM Kota Tomohon Matangkan Pelantikan Pengurus 5 Kecamatan dan 44 Kelurahan, Arnold Poli: Kepengurusan Kami Sah dan Legal
- Sekda Edwin Roring: ASN Tomohon Harus Jujur, Bertanggung Jawab dan Sukseskan TIFF 2026
- Hak Jawab UNG Terkait Berita ‘Biar Gubernur’, Diduga Diintimidasi, Mahasiswa Komunikasi UNG Pilih Seret Kajur ke Ombudsman
“Kami tidak hanya bicara penindakan. Edukasi dan pembinaan tetap kami jalankan agar mereka sadar bahwa masa depan jangan rusak hanya karena miras,” tegas Iptu Lega.
Langkah terpadu ini diharapkan bisa menekan angka kekerasan sekaligus menciptakan kesadaran kolektif bahwa menjaga keamanan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat kepolisian. (T3)







