Bupati Delis Buka Musorkab KONI Morut 2026

oleh -1033 Dilihat

Kolonodale-Bupati Morowali Utara (Morut), Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS, secara resmi membuka Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Morut Tahun 2026, di ruang Tepotowoa Bappelitbangda Morut, Jumat (17/07/2026).

Musorkab ini menjadi momentum penting bagi insan olahraga Morut dalam menyusun arah kebijakan organisasi, program pembinaan atlet, serta strategi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulteng ke-X yang akan digelar di Kabupaten Morowali November 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Morut, Arief Ibrahim, perwakilan Kejaksaan Negeri Morut, unsur pimpinan perangkat daerah, unsur perbankan, serta ketua dan pengurus dari 23 cabang olahraga (cabor) yang tergabung dalam KONI Morut.

Dalam sambutannya, Bupati Delis, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Morut, menyampaikan, apresiasi kepada seluruh cabang olahraga yang selama ini tetap konsisten melakukan pembinaan atlet meskipun dengan berbagai keterbatasan.

Menurutnya, Morut memiliki banyak atlet berbakat yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi hingga nasional, khususnya pada cabang olahraga unggulan seperti dayung, pencak silat, dan sejumlah cabang lainnya.

” Kita patut bersyukur karena Morut memiliki atlet-atlet yang mampu bersaing dan berprestasi. Ini menjadi modal besar bagi kita untuk menghadapi Porprov nantinya,” ujar Bupati Delis.

Ia menegaskan, menghadapi Porprov X Sulteng, KONI Morut tidak akan mempersiapkan seluruh cabang olahraga secara merata, tetapi akan melakukan pemetaan berdasarkan potensi prestasi.

” Kita akan betul-betul menyeleksi sejumlah cabang olahraga yang berpotensi menghasilkan prestasi. Kita harus realistis dan fokus pada cabang olahraga yang memiliki peluang meraih medali,” tegasnya.

Selain pembinaan teknik dan kemampuan atlet, Bupati Delis, juga menekankan, pentingnya menjaga kondisi kesehatan para atlet sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov.

Menurutnya, atlet yang memiliki kemampuan baik tidak akan mampu tampil maksimal apabila kondisi fisiknya tidak dijaga sejak awal masa persiapan.

Untuk itu, ia menginginkan adanya tim kerja khusus yang bertugas mengawal proses pembinaan atlet hingga pelaksanaan Porprov.

Tim tersebut nantinya diharapkan mampu melakukan pemantauan terhadap perkembangan latihan, kebutuhan atlet, hingga evaluasi terhadap setiap cabang olahraga.

” Kita harus memiliki tim yang bekerja secara serius mengawal pembinaan atlet. Jangan hanya bekerja menjelang pertandingan, tetapi sejak sekarang seluruh persiapan harus dimaksimalkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Delis juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Morut akan berupaya melibatkan dunia usaha dalam mendukung kemajuan olahraga daerah.

Ia mengaku, akan menginstruksikan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Morut agar ikut memberikan perhatian melalui bantuan maupun sponsorship kepada cabang-cabang olahraga.

Menurutnya, pembinaan olahraga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi semua pihak.

” Kami akan mengajak perusahaan-perusahaan yang ada di Morut untuk ikut memberikan kontribusi terhadap pembinaan atlet. Dukungan mereka sangat dibutuhkan demi kemajuan olahraga daerah,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Delis, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, serta seluruh pihak yang selama ini terus berjuang membina atlet.

” Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian kita semua terhadap dunia olahraga dan pengembangan atlet-atlet yang ada di Kabupaten Morut,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Musorkab KONI Morut, Moh Ridho Hamzah, SPi MSi., AIFO-P, dalam laporannya mengatakan, bahwa Musorkab 2026 merupakan momentum bersejarah karena menjadi musyawarah olahraga kabupaten pertama sejak KONI Morut terbentuk pada tahun 2022.

Ia menyampaikan, bahwa forum tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat organisasi sekaligus menyusun langkah-langkah strategis pembinaan olahraga di Morut.

Ridho juga melaporkan bahwa Musorkab diikuti oleh 23 cabang olahraga yang hadir sebagai peserta.
Terkait adanya dua organisasi cabang olahraga domino, yakni Olahraga Domino Indonesia (ORADO) dan Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI),

Ridho Hamzah, menjelaskan, bahwa status keanggotaan keduanya di KONI akan dibahas lebih lanjut sesuai mekanisme organisasi.

” Siapa yang nantinya akan menjadi anggota KONI Morut akan dibahas lebih lanjut setelah proses Musorkab selesai. Hal itu bukan menjadi kewenangan KONI kabupaten semata, tetapi mengikuti ketentuan organisasi cabang olahraga dan KONI Provinsi Sulteng,” jelasnya.

Adapun 23 cabang olahraga yang mengikuti Musorkab KONI Morut Tahun 2026 meliputi:

1. PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia)

2. IMI (Ikatan Motor Indonesia)

3. PERBASI (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia)

4. PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia)

5. PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia)

6. PERCASI (Persatuan Catur Seluruh Indonesia)

7. PODSI (Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia)

8. AFI (Asosiasi Futsal Indonesia)

9. FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia)

10. PP KBI (Pengurus Pusat Kick Boxing Indonesia)

11. ALTI (Asosiasi Lari Trail Indonesia)

12. FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia)

13. IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia)

14. PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia)

15.PSTI (Persatuan Sepak Takraw Indonesia)

16. PBTI (Pengurus Besar Taekwondo Indonesia)

17. PELTI (Persatuan Tenis Seluruh Indonesia)

18. PERTINA (Persatuan Tinju Amatir Indonesia)

19. FAJI (Federasi Arung Jeram Indonesia)

20. ESI (E-sport Indonesia)

21.ORADO (Olahraga Domino Indonesia)

22. PERBAKIN (Persatuan Menembak Indonesia)

23. PORDI (Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia

Usai pembukaan, seluruh peserta Musorkab melanjutkan sidang organisasi untuk membahas program kerja KONI, evaluasi pembinaan prestasi, serta penyusunan strategi menghadapi Porprov X Sulteng. Hasil Musorkab diharapkan menjadi dasar dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih terarah sehingga Morut mampu meningkatkan prestasi dan bersaing dengan daerah lain pada ajang olahraga terbesar di Sulteng tersebut. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.